Bagian 76

1018 Words

"Aruna ...?" Aku turun dari tangga dan mendapati Aruna sedang menyiapkan makanan. "Hai, Kak. Ayo makan," ajaknya. "Bukannya sudah ada pelayan? Kenapa kamu masih memasak? Apa bahumu sudah tidak sakit?" Ia menggeleng. "Tidak, ayo sarapan." Aku pun menarik salah satu kursi di meja makan dan mendudukinya. Dari sini aku dapat melihat Aruna yang mondar mandir menyiapkan makanan. "Kenapa belum siap-siap?" tanya Aruna cukup membingungkan. "Siap-siap untuk?" "Bukannya Kak Adrian bilang mau pergi ke Bandung? Harusnya Kak Adrian sudah bersiap dari tadi? Padahal sudah tau ada janji, tapi Kak Adrian malah bersantai. Kalau aku ...." Mengomellah sesuka hatimu Aruna .... Aku tidak akan mendengar. Kemarin dia yang menangis melarangku pergi, sekarang dia yang mengomeliku karena aku belum pergi. Pun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD