*KAU PEREMPUAN HEBAT. KUATLAH* Sampai saat ini, Savierra masih setia memejamkan matanya. Qila dan Nayla tak henti-hentinya berdoa. Berharap agar Savierra cepat sadar dari pingsannya. "Savierra,” Ucap lirih Nayla sambil membelai kepala Savierra yang tertutup kain kerudung. "Apa kita kabarin orang tuanya aja ya, Kak?" Ucap Qila. "Jangan dulu, Qil. Di Surabaya, mungkin orang tua Savierra lagi sibuk. Kalo kita kabarin sekarang, yang ada ntar mereka khawatir. Kasian, kita tunggu Savierra bangun dulu aja." Jawab Nayla. "Iya juga sih." "Sshhh." Qila dan Nayla mendengar suara Savierra yang terdengar mendesis sembari memegangi kepalanya. Sepertinya Savierra sudah mulai sadarkan diri. "Savierra? Kamu udah sadar?" Ucap Nayla ketika ia melihat Savierra membuka matanya secara perlahan. "Aku k

