55 💕 Teguh

1185 Words

Setelah beranjak pedagang itu sambil meminta maaf dengan canggung, Gia beralih duduk di bangku taman tak jauh dari sana. Mengistirahatkan penat kaki dan debar perasaan yang tak karuan di daddanya. Ada kemungkinan Gazain tak menyimak, tapi lebih besar peluang lelaki itu akan murka kepadanya. Jelas Gia perlu mempersiapkan mentalnya. Medina yang semula memberi ruang bagi Gia dan pedagang pengacau itu bicara, kini ditarik paksa oleh Gazain untuk kembali mendekatinya. Gia tak buta, Medina saja mungkin gagal membujuk suaminya kali ini. “Apa yang kamu buat?” tanya Gazain langsung. Gia menggulung bibir, melirik Medina khawatir. Gazain pun menoleh pada istri saleha di sisinya, “Kamu tahu juga, Nona?” Medina tergagap. “A---aku tidak mengenal perempuan tadi.” Gazain menelisiknya, “Yang ku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD