Semua baik-baik saja. Dalam pandangan Gazain, kehidupan beristri dua tak terlalu merepotkan seperti awal-awal adaptasi mereka. Kini menginap di rumah Gia juga tak selalu menghasilkan suasana hati buruk. Selagi perempuan itu tak bersikap menyebalkan dengan mulutnya, Gazain pun harus bisa menekan diri, berlapang dadda sejenak berpisah dari Medina dan mengurusi Gia yang tengah hamil tua. Kasihan, perempuan itu mulai tak leluasa gerakannya. Berjalan pada bulan ke delapan kehamilan Gia, Gazain perlu membawa perempuan itu ke fasilitas kesehatan untuk kembali diperiksa. Tak genap satu bulan lagi akan muncul tanggung jawab baru di pundak Gazain. Ada rasa berdebar menunggu hari pertemuan itu, akan seperti apa anak yang selama ini tumbuh membesar di rahim Gia. Ada .... Khayalan Gazain buyar. Lela

