Festival olahraga 2

1200 Words
Gandhi melihat dengan jelas bagaimana direkturnya itu merasa cemburu saat melihat Bintang dekat dengan Senja. "Ini tidak bisa dibiarkan, gue harus mendekatkan mereka berdua secepatnya. Sebelum janur kuning melengkung, pak Langit, saya berani menjamin akan menjadi ajudan bapak yang sangat berguna dan bisa diandalkan." ucap Gandhi dalam hati. Langit yang mendengar sepintas perkataan dalam hati Gandhi langsung menoleh heran. "Kamu mikirin apa barusan?" tanya Langit. Gandhi tersenyum. "Tidak apa apa pak." jawabnya dengan sejuta rencana didalam kepalanya Dua jam berlalu, permainan bola voli dimenangkan oleh tim Office girl dengan poin yang krusial. Arini, Bintang, trio sotong dan Senja langsung berteriak senang menyambut hal ini. Bahkan Arini dan Senja sampai maju ke lapangan dan berpelukan dengan Ratih. Permainan olahraga selanjutnya adalah lari estafet. Arini dan Bintang jadi salah satu peserta yang ikut lomba itu. Ada tiga kelompok yang masing masing tiga orang berdiri di tiga checkpoint. Bintang berdiri di checkpoint kedua sedangkan Arini ketiga. Ratih berteriak memberi semangat bagi mereka. "Semangat duo kutu aer! Woo!" Senja yang duduk disebelah Ratih juga menyemangati mereka. "Semangat Arin! Bintang!" Salah satu dari trio sotong ikut memekik. "Bintang awas lu kalo kagak menang!" pekik Soni "Kalo enggak menang, gue tendang ke bintang Lo." pekik Susanto Langit terus melihat Bintang yang tak lain adalah rival cintanya. Gandhi melihat dengan jelas bagaimana direkturnya itu terus memperhatikan Bintang. Ia menaikkan kacamatanya yang turun seraya berpikir. "Pak Langit terlihat jelas sekali anda sedang di mabuk cinta. Dasar anak muda jaman sekarang." batinnya Langit menoleh ke arah Gandhi yang ada disampingnya. Pikiran macam apa yang barusan terdengar? Apakah ia salah dengar kalau itu suara pikiran Gandhi? Ini tak pelak membuat Langit merasa heran. Perlombaan lari estafet pun dimulai, semua penonton saling menyemangati teman satu divisinya begitu juga Senja, Ratih dan trio sotong. Peserta checkpoint pertama berlari membawa gulungan kertas dan memberikannya pada peserta di checkpoint kedua hingga ketiga. Saat giliran gulungan kertas itu sampai di tangan Bintang, lelaki itu berlari menuju Arini secepat mungkin hingga dua kelompok terkejar olehnya. Arini menerima gulungan kertas itu dari Bintang dan langsung berlari. Arini tidak terkejar, bahkan garis finish sudah didepan matanya. Tapi tiba tiba saja saat berlari betisnya seperti terkilir, ia berteriak kencang sekali dan meringis, ia langsung terjatuh saat itu juga. Bintang berteriak. "Arin!" Senja, Ratih dan semua penonton termasuk Langit cemas, melihat Arini tergeletak sambil memegang betisnya. Bintang langsung berlari mendekati Arini. "Lo enggak apa apa Arin?" tanya Bintang. "Betis gue sakit banget. Aww." ringis Arini. "Kita udahan aja, enggak usah ikut main lagi." ujar Bintang "Maafin gue Bin, ini semua gara gara gue." ucap Arini sedih. "Lu enggak perlu minta maaf Rin, yang gue pengen adalah elo baik baik aja. Gue enggak bakal Sudi ngeliat Lo sakit hanya untuk mengejar kemenangan." ujar Bintang langsung membuat Arini merasa diperhatikan oleh Bintang. Arini jadi teringat dengan kejadian waktu SD, saat ia pertama kali mengenal Bintang. Saat ia menyelamatkan nya dari bully anak anak. Saat itulah ia mulai kenal dekat dengan Bintang. Perlombaan masih terus berlangsung, tim kedua dan ketiga sudah melewati Arini, tim ketiga terus berlari cepat hingga mencapai garis finish. Bintang menuntun Arini berjalan keluar dari lintasan lari. Beberapa saat kemudian beberapa permainan berlanjut mulai dari tenis dan sepeda 150 meter. Waktu berlalu cepat hingga jam dua tiba. Pertandingan berlangsung meriah, apalagi perwakilan dari office boy juga. Senja, Ratih dan Bintang menyemangati trio sotong yang ikut dua lomba itu. Tiba saatnya jam dua, pertandingan dilanjut olahraga bulu tangkis. Arini yang sudah diberi penanganan setelah beberapa jam pun kembali ke lapangan menonton pertandingan. Ia berniat menonton pertandingan Senja dan Bintang yang akan dipasangkan sebagai ganda campuran. Senja dan Bintang sudah berganti pakaian olahraga sekarang. Mereka memegang raket masing masing dan berdiri didepan net. Tim lawan yang bermain adalah divisi human relation. Senja, Bintang dan tim lawan saling pemanasan terlebih dahulu, menepok bulu ayam itu melewati net. Setelah selesai pemanasan. Mereka akhirnya menyiapkan ancang ancang selagi menunggu servis dari tim lawan. Setelah menunggu beberapa detik, akhirnya tim human relation melakukan servis dengan melambungkan kok ke atas. Bintang langsung sesumbar melakukan smash, namun sayang sekali bola itu menyangkut di net. "Agh!" keluh Bintang kesal. Ratih duduk bersebelahan dengan Arini terlihat geregetan. "Dasar buntung. Baru pertama udah kayak gitu." Langit yang juga mendukung tim Senja dan Bintang sangat menyayangkan poin pertama yang mereka buang. Gandhi tersenyum melihat Langit yang tampak serius menonton pertandingan kali ini. Langit terus mendengar suara hati Senja. Poin pertama udah direbut. Jujur aku gugup banget, bahkan aku bisa merasakan dua tanganku gemetaran dan berkeringat. Apa aku bisa ya? Aku gugup banget. Eh aku baru sadar dilihatin sama pak Langit. Ganteng banget sih pak, bapak sarapan apa tadi pagi, kok bisa ganteng begitu? Pak doain ya supaya menang. Jangan doain tim lawan. Saya tahu, cewek anak tim lawan lebih cakep dibanding saya, yang kalo pake bedak udah kayak dodol bulukan. Langit menutup bawah hidungnya menahan tawa. Ia memalingkan wajahnya ke tim lawan. Pak, kok ngeliat kesana sih? Pak, halo? Liat sini dong. Pak Langit, kerrr kerr.. oh aku panggil mas ganteng deh. Mas ganteng. Langit kembali melihat ke arah Senja. Nah gitu dong, lihat sini terus ya mas? Supaya aku bisa menang. Pertandingan dimulai kembali, Senja dan Bintang kadang bertukar posisi untuk mengambil kok dan menepuknya hingga menghasilkan banyak poin. Ternyata tidak sesuai perkiraan mereka di awal, yang menganggap pertandingan ini akan berjalan sulit. Tim human relation sering melakukan kesalahan mulai dari bola yang melambung terlalu jauh hingga melewati garis, netting yang buruk hingga pertahanan dari serangan smash yang jarang bisa dikembalikan. Dalam waktu tak lebih enam puluh menit, tim Senja dan Bintang pun menang dua set langsung. Mas ganteng, aku menang mas! Terus lihat aku ya Langit tersenyum. Senja dan Bintang dua kali memainkan pertandingan secara berturut turut. Khusus pertandingan bulu tangkis, hanya ada tiga babak saja yang ditandingkan dan dijadwalkan selesai hari ini juga. Bintang dan Senja kini sudah bermain lagi untuk partai kedua dan ketiga. Persaingan poin yang terus kejar mengejar membuat pertandingan begitu seru. Langit melihat permainan Senja dan Bintang yang begitu kompak dan saling mengisi kekosongan ruang satu sama lain. Arini, Ratih dan trio S terus menyemangati mereka dari kursi penonton. Saat ini sedang waktunya istirahat. Senja menaruh raketnya dan meneguk air mineralnya. "Seru ya pertandingannya?" tanya Bintang tiba tiba mendekatinya. "Iya Bin, mereka jago banget mainnya." ujar Senja. "Tapi Lo hebat loh, gue ngerasa nyaman aja main sama Lo." ujar Bintang "Bisa aja. Kamu juga bagus mainnya." Senja tersipu malu. "Bahkan Lo bisa ikut pelatnas mungkin." puji Bintang "Enggak lah. Udah tuir begini." "Emang pakai umur ya kalo ikut gituan?" "Kayaknya pakai." Waktu istirahat selesai, Senja dan Bintang kembali berdiri didepan net, bersamaan dengan tim lawan. Pertandingan kembali berlangsung dengan skor tipis, Bintang dan Senja kalah dua poin dari tim lawan. Mereka terus bermain, menepuk kok kesana kemari. Melakukan serangan dan pengembalian Senja berkali kali dibuat kesulitan, namun saat melakukan net, ia mampu melakukan dengan sangat baik hingga meraih dua poin. Di poin krusial yaitu 20-20 mereka saling sesumbar mengejar poin. Senja bahkan sampai terjatuh saat mengejar kok sedangkan Bintang keteteran meladeni smash dari lawan. Namun akhirnya mereka bisa mengambil poin dan memenangkan pertandingan. Semua penonton yang tadinya tegang langsung bersorak merayakan kemenangan tim Senja dan Bintang. Langit bahkan sampai bertepuk tangan, kagum dengan pertandingan itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD