16. Kepala Tabib

1306 Words

Tak berselang lama, Cordelia terbangun dari pingsannya. Ia terlihat begitu ketakutan. "Serigala!" teriaknya ketakutan sambil memeluk lututnya sendiri. Bayangan serigala yang menyerangnya tadi masih terbayang-bayang dan memenuhi kepalanya. Adrasta segera mendekat dan mendekap tubuh itu. "Hey ... sudah, kau sudah aman bersamaku." Gadis itu merasakan kehangatan, baik di tubuh maupun hatinya. Perasaan itu kembali ia rasakan, rasa aman dan nyaman ketika berada di dekat Adrasta. Dengan rasa takut, gadis itu mendongakkan kepalanya. "Adrasta ...." "Aku di sini, tenanglah, jangan takut." Adrasta masih memeluknya sampai gadis itu merasa tenang. Entah mengapa hatinya merasakan gemuruh yang tak karuan, terlalu khawatir dengan gadis itu. "Bagaimana dengan Ratu Himalia?" tanya gadis itu masih dal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD