Ayahnya di jebak?

1401 Words

"Ma, Sel... Ini aku bawakan teh hangat yang kamu minta tadi." ucap Fina, baru kali ini dia merendahkan ucapannya. Tetapi, meski itu hanya terpaksa. Fina tertunduk, duduk jongkok, menyajikan teh hangat tepat di depan Sarah dan Sella. Meski mereka berdua acuh padanya. Fina tidak pedulikan itu. Jika bukan karena perintah dari Bagas suaminya. Dia sama sekali tidak tertarik untuk melayani dua wanita di depannya. "Sella.. Denger-denger ada yang mulai dekat dengan Bagas." sindir Sarah. Duduk berhadapan dengan Sella. Sembari menikmati teh hangat di atas balkon kayu. Menikmati nuansa desa yang terlihat masih sangat indah. Pemandangan sawah di belakang vila memang menyejukkan mata. Udara yang masih terasa sejuk. Cocok untuk bersantai menikmati sajian teh atau kopi. "Emm.. Biasa, wanita yang terb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD