“Pulang sana!! Kamu tidak perlu mengikutiku seperti ini." Naura berbicara sambil terus dengan tatapan nanar. Air matanya sudah habis di pertengahan jalan tadi meninggalkan rasa sesak di dadanya. "Aku gak mau nambah-nambahin utang." Naura tahu kalau Arjuna sejak awal mengikuti tidak jauh di belakang dan membiarkannya saja berjalan tak tentu arah. Entah apa yang ada di dalam pikiran laki-laki itu yang sepertinya suka ikut campur hingga Naura menyadari kenyataan kalau dua kali adegan Wisnu mencampakkannya, Arjuna selalu ada menjadi penonton. Benar-benar tidak tanggung-tanggung malunya. Memangnya ada ya kebetulan yang terjadi berkali-kali? Naura mempertanyakan di dalam kepalanya apakah pertemuan-pertemuan mereka berikutnya memang murni kebetulan belaka? Atau takdir ? Naura menghentikan lang

