PART - 18 : MERASA TERJEBAK

1526 Words

“Bu gulu Naula, ayo dong cepet telponin Papi," rengek Keylan. "Ayah Malika juga ya." Di sampingnya, Malika ikut-ikutan. "Kenapa kalian berdua hari ini kompak sekali," decak Naura seraya berkacak pinggang. "Ini untuk yang pertama dan terakhir kalinya. Oke?" Keylan dan Malika mengangguk bersamaan lalu tertawa. Bahagia sekali bisa membuatnya kesal. Naura menghembuskan napas panjang seraya mengeluarkan ponsel dari saku blazernya. "Siapa dulu yang harus Ibu telpon, hmm?" "Ayahnya Malika duluan." Malika mengangkat tangannya tinggi-tinggi. "Papi Aljuna juga ya Bu Naula." "Iya," decak Naura. "Papimu yang terakhir aja." Naura berharap kalau Keylan tiba-tiba lupa supaya dia tidak perlu menelepon Arjuna tapi melihat cengiran bahagia dan tatapan binar Keylan membuat Naura menggerang kesal. Mau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD