Tangisan Pilu di Tengah Malam

994 Words
POV : Aldilla Jantungku berdetak kencang, suara itu seperti menggema memenuhi kamar ku. Ku lihat jam di dinding menunjukkan pukul 00.15 Ternyata masih tengah malam. Sebenarnya suara siapa tadi yang meminta tolong? Kenapa suaranya terdengar sedih sekali? seperti orang yang sedang kesakitan. Aku yang mendengar saja merasa hatiku sangat sakit. Apa suara dari kamar sebelah ya? Kalau memang butuh pertolongan kan harusnya mengetuk pintu. Tapi ini kenapa seperti menggema di dalam kamar ku? Setelah beberapa saat,,suara itu sudah tidak terdengar lagi. Aku anggap saja kalau itu mimpi. Aku pun mencoba kembali tidur karena besok aku ada jadwal praktek mengajar. Setelah beberapa saat mataku terasa amat berat,,rasanya sangat mengantuk. Tetapi lagi-lagi telingaku masih saja tidak mau ikut tertidur. masih terdengar suara-suara,,bahkan sekarang suara itu seperti di luar kamar kost ku. Tubuhku terasa amat berat. Ada apa ini sebenarnya? apa karena kecapekan dari perjalanan jauh? Tapi biasanya sepulang dari kampung aku tidak merasakan hal seperti ini. Baru kali ini ku alami. Saat aku mencoba untuk menggerakkan tubuhku yang terasa berat,,aku kembali mendengar suara. Tetapi kali ini tidak meminta tolong seperti tadi. Seperti suara orang menyeret kakinya. Sreett....ssrreett.....ssrreeeet.... Suara itu terdengar jelas di lorong depan kamarku. Kebetulan depan kamarku tembok,,karen kamarku berada paling ujung. Di samping kamarku masih ada 1 kamar lagi. Entah sudah ada penghuninya atau belum. Karena semenjak aku menempati kamar ini aku tidak pernah bertemu atau bertegur sapa dengan penghuni kamar sebelah. Setelah suara gesekan itu tadi menghilang,, tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara orang menangis Hiiikss...hiiikss ...hiiikss Toloongg...aku....saaakkiitt.... Suara tangisan itu sangat jelas terdengar di balik jendela kamarku. Padahal kamarku berada di lantai dua. Siapa pula yang iseng seperti itu?kalau manusia mana bisa menangis di depan jendela lantai dua? Jangan-jangan itu adalah... Aah.... membayangkannya saja aku tak mau Bulu kudukku merinding. Badan ku tidak bisa bergerak. Peluh sudah membasahi seluruh tubuh ku. Ingin rasanya menjerit,,tetapi mulut ku tak bisa di buka sama sekali. Aku hanya bisa berdoa di dalam hati. Selama kuliah di jogja baru kali ini aku mengalami kejadian seperti ini. Setelah aku membaca doa-doa,,perlahan tangan ku bisa digerakkan. Spontan ku tarik selimutku menutupi seluruh tubuh. Aku bersembunyi dibalik selimut berharap si pemilik suara itu segera pergi. ******** Tidak terasa ternyata aku ketiduran. Aku terbangun karena mendengar suara adzan subuh. Aku merasa heran,,kejadian tadi malam itu sebenarnya hanya mimpi atau memang benar-benar nyata? Mungkin sebaiknya aku tanya ke mbak Lita,, penghuni kost paling lama disini. Setelah selesai menunaikan kewajiban ku,,aku pun bersiap-siap untuk berangkat ke SD Tempatku praktek. Walaupun lokasinya dekat aku selalu berangkat lebih pagi untuk menyambut peserta didik di depan pintu gerbang. Ketika aku sedang sarapan aku mendengar ada dua penghuni kost yang sepertinya sedang menjemur pakaian. Mareka sepertinya sedang membicarakan sesuatu. " Eeh ...kamu ingat kan kemaren tuh hari apa lit?" tanya seorang cewek pada temannya "Ingat lah,,pokoknya kejadian 5 tahun yang dulu gak akan aku lupain. Dan itu tepat di hari kemarin." Cewek yang satunya sepertinya mbak Lita,,karena aku sangat hafal dengan suaranya " Heran ya,,kenapa di setiap malam yang sama dan di jam yang sama rasanya benar-benar mencekam. Sampai-sampai gak berani keluar kamar. Untung disini kamar mandi ada di dalam kamar,,kalau diluar,, bisa-bisa aku nahan pipis semalaman." " Mending kamu cuma diem di kamar doang,, lha aku sampai harus ngungsi ke kost temen. Jujur aku masih trauma sama kejadian waktu itu Ver." " Kamu bener lita,,selama kita masih ada di kostan ini,,kita bakal sulit ngelupain kejadian itu. Mau pindah kost juga susah karena disini yang paling deket sama tempat kita kerja." " Iya juga,,kalau mesti pindah juga ribet,,mesti cari kost baru, belum lagi harus pindahan dan bawa barang-barang kita." " Mending kita doa aja deh,,semoga dia tenang disana dan gak ganggu di kost ini lagi." "Amin ... Tapi aku masih kepikiran sama anak baru yang tinggal di kamar sebelah itu deh. Sampai sekarang kan dia belum tau ada tragedi di kost ini. Mana kamarnya sebelahan lagi ma dia." "Hush..... jangan keras-keras nanti dia dengar lho. Kata bu kost kita gak boleh bilang sama siapapun tentang kejadian itu,,sama anak yang mau ngekost disini atau anak kost baru. Kasian mereka kalau sampai tau. Bisa gak tenang di kost ini " " Iya juga ya,,ya udah deh semoga aja anak baru itu bisa tenang di kost ini tanpa gangguan apa-apa. Jangan sampai gak betah kaya yang udah-udah." " Yoi,,yuk aku dah selesai jemur nih." Setelah itu ku dengar mereka berlalu di depan kamarku. sepertinya mereka adalah mbak Lita dan mbak Vera. Memang mereka berdua penghuni terlama di kost ini. Tapi aku jadi tambah penasaran, Sebenarnya siapa yang mereka bicarakan tadi? Dari cerita yang ku dengar sepertinya ada kejadian besar di kost ini. Yang paling membuat ku heran kenapa bu kost harus merahasiakan ke semua calon penghuni kost? Apa mungkin agar mereka tetap ngekost disini? Aku juga penasaran maksud mbak Lita dan mbak Vera tadi mungkin penghuni kamar sebelah ku dulunya. Kepala ku jadi pusing memikirkan ini semua. Lebih baik aku bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Walaupun dekat dari kost tapi aku dan teman-teman yang praktek disana sudah terbiasa berangkat lebih awal. Tentunya sebagai contoh pada peserta didik untuk berangkat lebih awal dan mengurangi keterlambatan. Saat aku sedang mengunci kamar kost tak sengaja aku menoleh ke kamar sebelah,,lho.... kok kamarnya terbuka? apa ada penghuni baru ya disini? Karena rasa penasaran yang begitu besar,,aku pun mendekat ke kamar itu. Aku melihat ada seorang cewek berambut panjang sedang duduk membelakangi ku. Ketika aku hendak menyapa cewek itu,, tiba-tiba ada tangan yang menepuk pundak ku. Aku pun kaget dan segera menoleh. Ternyata saat aku menoleh tidak ada siapa pun di belakang ku. Aneh,,tadi jelas-jelas ada yang menepuk ku. Tetapi kenapa tidak ada orang disini. Bulu kuduk ku merinding dan aku langsung berlari menuruni anak tangga. Aku berlari kebawah dengan tergesa-gesa. Sampai-sampai panggilan dari mbak Lita tak ku hiraukan. Aku merasa takut dan ingin secepatnya keluar. Siapa tadi yang menepuk ku?? Kalau ada mbak Diba pasti dia bisa melihat apa itu tadi. Aarrgghhh...... ada apa sebenarnya di kostan ini? kenapa mereka mengganggu ku seperti ini?? BERSAMBUNG
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD