Teman Sebangku

1098 Words
Aku masih merasa penasaran dengan lelaki yang menyapaku itu. Aku pernah melihatnya,,tetapi dimana dan siapa dia? Kenapa dia juga kenal aku? " Kamu lupa ya sama aku? Aku tuh Yuda,,dulu teman sebangku kamu waktu SD." Lelaki yang mengaku bernama Yuda itu menjelaskan siapa dia sebenarnya karena tahu kalau aku seperti tidak mengenalnya. Teman sebangku waktu SD,,apa jangan-jangan si Yuda culun anak laki-laki yang super cengeng dan tukang ngadu itu ya? Ooh ... iya aku ingat ternyata dia jadi karyawan di swalayan ini. "Ooh ... Yuda,,iya aku ingat. kabar aku bagus. kabarmu sendiri gimana? sudah lama bekerja disini?" tanyaku basa - basi. " Kabarku bagus juga. Aku sudah hampir 3 tahun bekerja disini setelah lulus SMA aku langsung bekerja disini. Kamu pulang kapan?" Sebelum aku menjawab pertanyaan Yuda mbak Diba pamit untuk ke area s**u dan akan menunggu ku di kasir untuk membayar " Aku pulang kemarin." jawabku singkat. " Enak ya bisa kuliah,,sedangkan aku lulus SMA langsung karus bekerja." jawabannya ini pikir ku malah lebih terdengar dia sedang curhat dengan nasibnya. 'Buat apa juga ya dia ngomong gitu?' batin ku " Yaa...gitu lah." aku hanya bisa menjawab sekedarnya Setelah itu aku pun pamit padanya untuk segera menyusul ke kasir,karena sudah ditunggu mbak Diba. Sebelum aku pergi meninggalkan Yuda,,lelaki itu sempat meminta nomor Hp ku. Karena dia ternyata teman ku sewaktu kecil dulu,,aku pun memberikan nomor ku padanya. Padahal selama ini aku jarang sekali memberikan nomorku ke orang lain,,tapi entah kenapa aku memberikan nomorku padanya begitu saja. Aku sedikit heran,,tadi dia bilang kalau bekerja di swalayan ini hampir 3 tahun,,tapi kenapa setiap aku belanja bulanan tidak pernah ketemu dia ya? Entah lah,,mungkin waktu aku ke swalayan ini tidak pas dengan shifnya bekerja dan baru sekarang kita bisa bertemu. Sebenarnya aku tidak menyangka kalau laki-laki tadi itu Yuda,teman sebangku ku dulu. Sekarang tampangnya lumayan juga,,padahal dulu dia sangat culun,,cengeng dan suka mengadu. Kalau ada yang menganggu disekolah,,dia pasti langsung mengadu ke ayahnya. Aku juga pernah kena marah ayah yuda. Hanya karena dia aku katai cengeng dan tukang ngadu si Yuda menangis dan bilang kalau aku sudah menganggu dan memukul nya. Huuh...sudah cengeng, suka ngadu,, masih ditambang memfitnah juga dengan berkata kalau dipukul. Tau gitu aku pukul beneran aja sekalian tu anak. Biar tau rasa. Tapi untungnya bu guru saat itu tau dan menegur ayah Yuda yang sedang memarahi ku. Bu guru tau kejadian sebenarnya dan bilang kalau aku tak memukul Yuda,,hanya keributan kecil dan itu sudah biasa terjadi dan alangkah baiknya orang tua tidak terlalu terbawa emosi. Bu guru juga memberi saran pada ayah Yuda agar tidak langsung percaya dengan perkataan anak. Benar atau tidaknya agar tidak menambah masalah lebih besar lagi. Tidak hanya ayahnya,,Yuda juga di nasehati bu guru agar tidak suka mengadu. Apalagi sampai memfitnah,,sungguh perbuatan yang tidak baik. Aku juga dinasehati bu guru agar tidak menganggu teman yang lain. Bahkan mengancam akan melaporkan ku ke Bapak kalau masih suka bandel. Saat SD,,emang aku sedikit bandel dan hobi menganggu yang lebih lemah. Karena aku sebal dengan anak cengeng. Tidak ada dalam sejarah ku menangis di depan orang lain. Karena didikan bapak yang keras dan tidak pernah membiarkan anak - anaknya untuk terlihat lemah karena mudah menangis. Gimana mau menangis,,baru merengek saja bapak sudah marah,,kalau sampai menangis di depan bapak,,bisa - bisa biru semua paha ku ini kena jepretan karet dari bapak. Bapak memang mendidik ketiga putrinya dengan keras. Karena buat bapak walaupun kami perempuan,,jangan sampai mudah dilecehkan orang lain. Kami harus jadi perempuan yang tegar,kuat dan mandiri. Malahan bapak mendidik ku seperti anak laki-laki. Kata mbak Dita kakak sulung ku sih karena sebenarnya sebelum aku lahir bapak menginginkan anak laki-laki. Ternyata yang lahir anak perempuan,,dan itu aku. Biasa dididik keras membuatku manjadi anak yang sedikit bandel. Aku terbiasa dengan rasa mandiri dan dituntut untuk jadi anak perempuan yang kuat,,jadi kalau melihat ada anak lain yang lemah,,apalagi anak laki-laki yang cengeng membuat ku sebal dan ingin rasanya terus mengganggunya. Kejadian itu membuat aku semakin sebal dengan Yuda. Sudah mengadu,, memfitnah juga. Anak laki-laki kok cemen,,tukang adu domba. Mana ayahnya percaya aja lagi. Aku pun meminta pada bu guru untuk pindah tempat duduk. Aku gak sudi duduk sama anak tukang fitnah. Dan untungnya bu guru berkenan memindah tempat duduk ku. Aku pun duduk dengan Doni dan dia kebetulan se frekuensi dengan ku. Cocok sekali aku dengan Doni karena kita sama- sama bandel. ***** Kami berdua sudah selesai belanja dan mampir sebentar ke warung bakso langganan kami. Saat menunggu pesanan jadi mbak aku dan mbak Diba mengobrol " Gila,,setiap abis belanja di swalayan itu rasanya laper banget karena energi seperti terkuras." " Emang mbak liat apa lagi tadi di dalam?" " Seperti biasa lah dek,,banyak. Ada miss kun,,pocica,,buto ijo juga ada. Tapi gimana lagi,,yang lengkap cuma disitu. Ditempat lain gak lengkap,,mahal lagi." Mbak Diba emang bisa melihat makhluk tak kasat mata. Bahkan anaknya,Kiko pun bisa melihat 'mereka' dan punya teman tak kasat mata. Aku pun kadang bisa melihat 'mereka' , tapi saat badan tidak fit atau sedang sakit saja. "Iya juga sih mbak,,tapi asal mereka gak ganggu pembeli aja si buat ku gak papa deh " "Ganggu si gak,,mereka juga sebagian besar bawaan karyawan disitu." "Iiih...buat apa juga mereka pelihara begituan,,bukannya mereka cuma karyawan?? kenapa mesti bersekutu sama jin?" "Tau aah...mungkin bisa buat perlindungan diri,, kan di swalayan itu ngantri yang pengen bisa kerja di sana. Atau bisa buat pelet ke lain jenis." " Pelet?? masih ada ya jaman sekarang?" " Ada lah,,makin banyak malah. Kamu juga hati-hati sama teman mu tadi tu! Mbak liat dia auranya gak enak. jangan terlalu dekat!" " Gak lah,,lagian baru tadi juga ketemu. Emang mbak liat dia gimana kok dah bisa menilai dia gitu? Mbak tenang ja,,aku masih setia kok ma mas Eka." " Tadi liat dari cara dia liatin kamu mlulu. terus mbak liat ada bayangan hitam dibelakang dia. Suram pokoknya. Eeh ..kamu masih ma si Eka dek? bukannya Eka juga kerja di swalayan itu juga ya? kok tadi gak ketemu ya?" " Ngeri juga ya mbak kalau emang dia diikuti bayangan hitam,,suram itu pasti. Masih lah,,kemaren ja dia abis dari Jogja nemuin aku,,katanya abis meeting di jogja sekalian ketemu bentar. Sekarang dia masih di Jogja makanya tadi kita gak ketemu." "Oh gitu...langgeng juga ya kalian. Dari SMA sampai sekarang." " Doa kan saja semoga kita sampai ke jenjang selanjutnya mbak. Karena aku masih merasa khawatir. Bapak ibu belum setuju sama hubungan kita. Padahal mas Eka kan dah jadi manager di swalayan,,kenapa bapak sama ibu belum juga ngijinin hubungan kami ya?" "Sabar dek,,doa terus sama gusti Allah semoga kalian berjodoh." Pesanan kami pun sampan dan kami menikmati makanan kami dengan pikiran kami masing-masing. BERSAMBUNG
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD