Defan menatap tegang pada gadis di depannya, begitupun Kinan, ia meremas kuat ujung dressnya. "Defan...,apa-apaan kamu. " Defan menghela nafasnya lalu menatap Kinan,"Kamu ke kamarku dulu, naik tangga belok kanan, kamar paling ujung." "Tapi Def... "Ujar Kinan cemas. "Percaya ya, ini urusanku. " "Def... " "Sayang please, nurut aku. " "DEFAN. "Bentak gadis yang kini berjalan menghampiri Defan dan Kinan. "Irene lepas. "Seru Defan saat Irene menarik Kinan menjauhi Defan. Irene menatap Kinan,"Kamu. Sekretaris Defan kan, kamu istri Dewa, kenapa kamu berpelukan dengan calon suamiku,oh aku tahu ternyata kamu sekretaris penggoda iya. " "Irene lepas. "Ujar Defan mencoba melepas cengkraman tangan Irene di lengan Kinan. Irene menatap Defan, "Aku terima kamu p

