Kinan menanti dengan cemas di kamar Defan, suaminya itu tak kunjung mengangkat panggilan teleponnya.Ia ingin keluar kamar tapi takut mengganggu yang lain, Kanaya kini tidur di kamar kakek dan neneknya. "Ya Tuhan, Def ... Kenapa belum ada kabar,"gumam Kinan sambil melangkah menuju balkon untuk kembali melihat ke arah gerbang. ............ Keesokan harinya... Defan menatap gedung hotel di depannya, ia menghela nafasnya sebelum pria itu masuk ke mobilnya.Duduk di kursi kemudinya, pria itu memikirkan kembali apa yang terjadi semalam dan meraup wajahnya kasar. "Ah sial. Kenapa aku tak bisa mengendalikan situasi,"gumamnya. "Maafkan aku Kinan, maaf... Aku gagal. "ucapnya penuh sesal. Defan tak kunjung menyalakan mobilnya, pria itu meletakan kepalanya pada kemudi dan

