Sore harinya, Rheina bergegas ke kafe menemui mamanya Revan. Beruntung Rheina tak memiliki pekerjaan yang terlalu banyak hari itu. Ella pun membantu Rheina supaya pekerjaannya lebih cepat selesai. Mungkin banyak yang bertanya-tanya, kenapa Ella selalu memiliki waktu untuk Rheina. Pekerjaan Ella lebih cepat dan lebih mudah dikerjakan daripada menjadi seorang desainer seperti Rheina. Beruntung Rheina saat itu memakai pakaian semi-formal, sehingga memudahkan mobilitas dirinya. Setelah melakukan perjalanan sekitar lima belas menit jalan kaki, Rheina akhirnya sampai di kafe itu. Masih cukup sore dan tak terlalu lama rentang waktu sejak mendapat telepon dari calon Mama mertuanya. Rheina mengedarkan pandangannya ke seisi kafe. Wanita itu mendapati Mama Revan duduk di bangku pojok dekat jende

