Sudah tiga hari Rheina menjalani perawatan di rumah sakit. Lebam di punggungnya mengharuskan dia dirawat selama tiga hari. Persendiannya nyaris bergeser akibat benturan keras yang dia dapatkan saat bertengkar hebat dengan Vano waktu itu. Rheina membereskan barang bawaannya yang tak seberapa. Kini ia sudah berganti dengan pakaian casual. "Sudah siap?" Sebuah anggukan Rheina berikan sebagai jawaban. "Ayo." Usai memenuhi administrasi terakhir untuk kepulangan Rheina, mereka berjalan beriringan menuju lobi rumah sakit. Revan membawakan tas jinjing Rheina yang tak terlalu berat itu. "Makasih, ya?" "Untuk?" "Semuanya. Kakak udah banyak bantu aku." Revan tersenyum. "Take it easy," jawab Revan. Revan tetap fokus melajukan kendaraannya. Hingga beberapa saat kemudian, pria itu berbelok menu

