Seperti yang Mbak Ella katakan, Revan benar-benar menjemput Rheina. Pria itu sudah dalam kondisi rapi dan wangi dengan parfum khas pria yang menguar hingga bisa tercium oleh hidung Rheina. Sementara dirinya? Rheina mengamati dirinya dari bawah hingga atas, masih khas orang kantoran. Duh! Ella hanya bisa tertawa geli. Tanpa Rheina tahu, sebenarnya Revan sudah meminta Ella untuk membantu Rheina bersiap. Namun saat ia sampai di sana, Ella justru menahan tawa karena berhasil menjahili mereka berdua. Revan mau tak mau mengantar Ella pulang lebih dulu. Biarlah acara kencannya dengan Rheina mundur beberapa menit. Ya, beberapa menit nyaris satu jam! Setelah mengantar Ella, dia gegas membawa Rheina ke butik. Bukan butik milik sang Mama pastinya, karena bisa batal kalau Mamanya tahu mereka akan p

