Bab 24 – Kecurigaan yang Menguat

1312 Words

Keevan membongkar laci di salah satu ruangan khusus di rumahnya. Dia tak bisa menyuruh pelayan atau meminta bantuan ibunya karena dia ingin dirinya sendiri menemukan barang yang dia cari. Tampak raut wajah Keevan begitu serius. Sepasang iris mata cokelatnya begitu tajam. Aura dingin begitu terlihat di wajahnya. “Shitt!” Keevan mengumpat kala benda yang dia cari tidak ditemukan. Detik selanjutnya, tatapan Keevan teralih pada laci lain yang tak jauh darinya. Dengan cepat, Keevan segera membongkar laci itu begitu terburu-buru. Keevan mengeluarkan barang-barang yang ada di laci itu demi menemukan barang yang dia cari. Kemudian, tatapan Keevan tertuju pada sebuah album foto yang ada ditumpukan buku-buku di lacinya. Keevan segera mengambil album foto itu. Sejenak, Keevan terdiam tepat di depan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD