“Selamat pagi, Tuan Keevan.” Angga—asisten Keevan menyapa Keevan yang baru saja keluar dari lift. Keevan mengangguk singkat merespon sapaan Angga. “Apa jadwalku hari ini Angga?” tanyanya dingin dengan raut wajah tanpa ekspresi. “Nanti sore Anda harus bertemu dengan salah satu client dari Kuala Lumpur, Tuan,” jawab Angga memberitahu. Keevan melirik arloji yang melingkar di tangannya sekilas. “Apa ada dokumen yang harus aku tanda tangani?” tanyanya lagi. “Ada, Tuan. Saya sudah meletakannya di meja kerja Anda,” jawab Angga sopan. “Kau ikut ke ruang kerjaku,” tukas Keevan dingin. Angga mengangguk patuh. Lalu dia melangkah mengikuti Keevan menuju ruang kerja Tuannya itu. Dan ketika Keevan tiba di ruang kerjanya—pria itu langsung duduk di kursi kebesarannya seraya memeriksa dokumen ya

