Bab 45 – Tak Mungkin Melepaskanmu

1869 Words

Sayup-sayup mata Arletta mulai terbuka. Perlahan Arletta merasakan rasa sakit di kepalanya menyerang. Wanita itu memijat pelipisnya. Mengendarkan pandangannya sekitar. Seketika Arletta terdiam melihat dirinya masih berada di dalam kamar dan tertidur di sofa. Benak Arletta langsung mengingat tentang perdebatannya dengan Keevan hingga membuatnya ketiduran di sofa. Lantas Arletta melihat jam dinding—waktu menunjukan pukul satu malam. Ya, Arletta tak menyangka dia tertidur cukup lama. Perdebatannya dengan Keevan sungguh membuat Arletta sangatlah lelah. Sejenak, Arletta kembali tediam memikirkan apa yang dikatakan Keevan sebelumnya. Ribuan pertanyaan masuk dalam benaknya. Entah apa maksud dari ucapan Keevan. Namun, perkataan Keevan itu sukses membuat tanda tanya besar di hatinya. Ingin rasanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD