Keputusan sudah diambil Indira dan Fajar bersama Dokter Ibnu setelah melihat perkembangan bayi dalam perut Indira yang ternyata tidak berkembang, menurut Dokter Ibnu dikarenakan subsidi oksigen Indira berkurang. Dokter Ibnu akan menyediakan kamar terbaik jika Indira sudah siap dengan semuanya tapi diminta untuk jangan terlalu lama karena jika terlalu lama akan membuat susah karena nyawa sang bayi sudah ada. “Adik benar siap?” tanya Fajar ke sekian kali dan beberapa kali Indira mengangguk yakin “ok istri kakak kuat” memeluk Indira erat. Beruntungnya belum mulai untuk ujian akhir membuat Indira bisa ijin tidak masuk menggunakan surat dokter. Keadaan kampus berubah setelah kejadian Fajar mencium Indira sekilas dengan tanpa berdosa Hadi sang dosen memperkenalkan Indira sebagai orang spesia

