Beno mengajakku berlari dengan aman ke sebuah tempat tersembunyi sekarang. Tentu saja dilindungi oleh orang-orang bawahan Beno itu sekarang. Aku tentu saja merasa aman karena mereka telah membuatku kabur dan selamat dari tempat itu sekarang ini. Beno benar-benar menyelamatkanku lagi entah untuk berapa kalinya sekarang ini. Aku berlindung bersama dengan beberapa orang-orang yang membawa senjata tumpul berupa tongkat baseball di sana. Aku pun duduk, semua pikiran takut sekaligus kacau itu masih ada bersamaku sekarang. Aku mungkin tak akan bisa tidur karena masih kepikiran akan apa yang terjadi beberapa saat yang lalu. Sebelumnya, saat kami kabur dari hotel mencurigakan itu, Beno memasukkanku untuk pergi menggunakan kendaraan motor yang biasa dia gunakan. Tentu saja dengan penjagaan orang-

