Chapter 47

2024 Words

Malam itu, Beno mengantarku pulang ke rumahku kembali, dengan membawa motor butut yang selalu ia gunakan kemana-mana itu. Dan untungnya, tidak ada musuh yang mengintai ataupun mengejar kami di sana. Aku merasa mungkin aku pada akhirnya bisa untuk tidur dengan tenang diatas kasur itu di sana. Tapi tentu saja, ada yang berbeda daripada diriku yang biasa kurasakan dahulu. Aku tinggal sendirian di rumah yang sangat sepi. Benar-benar sendirian, mungkin telur-telur kecoa beserta induknya bersembunyi di sela-sela perabotan rumahku sajalah yang masih setia menunggu tempatku ini di sini. Dan aku, mungkin bisa merasakan kalau aku nanti tak merasakan terlalu kesepian lagi pada akhirnya. Saat aku masuk ke kamarku yang dahulu, entah mengapa aku teringat atas kejadian pembunuhan yang aku lakukan terha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD