SEMBILAN - PERSIAPAN

894 Words
Keesokan harinya, pasukan elite, Renata dan Firbun menyusun strategi agar semuanya dapat berjalan dengan cepat, efektif dan tidak ada kesalahan. "Bagaimana cara melihat petunjuk dari Batu Langka?" tanya Gradey sambil menaruh Batu Langka tepat di tengah meja rapat. "Sentuh bagian batu yang terbakar tiga kali," perintah Firbun kepada Gradey yang masih berada di dekat Batu Langka. Gradey menyentuh bagian batu yang terbakar sebanyak tiga kali dan tiba-tiba muncul proyektor api berbentuk panah mengarah ke Firbun. "Seperti itu caranya, coba sentuh bagian yang terbakar itu sekali lagi, lalu sentuh bagian batu lainnya," ucap Firbun ke Gradey lagi. Gradey menuruti ucapan Firbun. Di batu yang di sentuh Gradey selanjutnya, muncul panah berbentuk es. "Berarti ini menunjuk ke orang yang memiliki kekuatan es?" tanya Gradey ke Firbun. "Iya, betul sekali," ucap Firbun sambil tersenyum. Setalah itu mereka membagi kelompok menjadi 5 kelompok. Tidak semua pasukan elite ikut, hanya beberapa orang saja yang jalan. Sedangkan sisanya tetap berada di kerajaan dan ada juga yang menjaga pertahanan kerajaan agar tidak terlalu curiga. Mereka benar-benar berusaha menutupi semuanya dengan baik. Kelima kelompok yang telah dibagi, langsung bergerak secara bersamaan. Setelah mereka selesai, mereka langsung kembali ke kerajaan lagi. Firbun menunggu di kerajaan. Ruangan pasukan elite tertutup untuk umum dan hanya pasukan elite yang bisa masuk ke sana. Sedangkan Renata, karena misi yang ia dapat dan tanggung jawabnya, Renata dimasukkan ke pasukan elite. "Jangan ada yang meleset, seperti biasa pasukan elite bekerja tanpa kesalahan," ucap Crystal mengingatkan teman-temannya dan menyemangati mereka. "Aku tahu kalian berpikir bahwa 'Sang Ratu' adalah Chloe, tapi jangan berharap terlalu banyak, karena aku tidak bisa menjaminnya," ucap Firbun tepat sebelum mereka akan mengakhiri pertemuan. Semua pasukan elite terdiam. "Bagaimana kau tahu tentang Chloe?" tanya Rinz dengan hati-hati. "Aku membaca buku utama kerajaan tadi, dan ada beberapa orang yang menyebutkan nama Chloe saat kita membicarakan pencarian ini," ucap Firbun sambil tersenyum. Pasukan elite hanya mengangguk-angguk saat mendengar ucapan Firbun. "Oh iya, motto kalian Bagus. Terinspirasi darimana? Setahu saya kan ga ada yang bisa ngerjain sesuatu tanpa kesalahan sama sekali," ucap Firbun sambil melihat ke seluruh ruangan. "Tentu saja dari Chloe," jawab Gradey yang disusul anggukan anggota pasukan elite yang lain. Firbun hanya diam sambil mengangguk-angguk. Menurut penjelasan Firbun, dan bentuk panah yang ditunjukkan Batu Langka, ada lima elemen yang pernah menghentikan 'The Erlxi' selain api. Kelima elemen itu adalah Es, Air, Tanaman, Udara dan Tanah. "Tim Es ketuanya Crystal, tim Udara Reint, tim Tanah Renata, tim Tanaman Gradey, tim Air ... Zeyth," ucap Firbun sambil membaca hasil diskusinya dengan anggota pasukan elite yang tidak ikut pencarian. "Mohon maaf sebelumnya, tapi bisakah tim Air dipimpin Lyra saja?" ucap Zeyth sambil mengangkat tangan dan tetap dengan wajah datarnya. "Baiklah," ucap Firbun dengan santai. Karena sebenarnya coretan yang ada di kertas, tim Air belum benar-benar dipilih ketuanya, dan pilihannya antara Zeyth dan Lyra. Firbun yang belum tahu kekuatan mereka, dapat dengan santai memilih dan mengubahnya. *** Mereka tidak langsung berangkat. Mereka menyiapkan segala hal yang harus dibawa dan rencana-rencana saat di sana. Mereka menyiapkan sangat banyak rencana dan mempersiapkannya secara matang. Karena mereka punya peraturan, keadaan seperti apapun mereka harus selalu punya rencana untuk menyelesaikannya. Entah itu rencana mendadak atau memang rencana yang sudah dipersiapkan. Mereka menargetkan tiga hari untuk menyelesaikan semuanya. Dan setelah itu satu per satu tim akan mulai bergerak. Selama tiga hari itu, kelompok yang paling pertama jalan, sering sekali keluar agar tidak dicurigai. Begitu seterusnya, sampai nantinya semua kelompok sudah jalan. "Jangan lupa untuk istirahat juga, kalian membutuhkan energi yang banyak," ucap Firbun mengingatkan sambil membaca buku di tengah ruangan pasukan elite. Dan di sekitarnya ada kelompok-kelompok yang sedang mempersiapkan rencana serta barang yang harus dibawa. Ada yang di meja melayang, ada yang di dekat jendela sambil menikmati pemandangan kerajaan, ada yang di meja biasa. Ruangan pasukan elite tidak pernah dibersihkan secara manual. Mereka membersihkannya sendiri dengan sihir. Mereka tidak menyuruh orang untuk membersihkan karena ruangan pasukan elite terus berubah penempatan barang-barangnya. Rak buku tetap menempel di dinding. Tapi meja, kursi, sofa, lemari serta barang-barang yang lain selalu berubah sesuai keperluan. Tadi saat rapat, meja besar yang berada di tengah, sekarang mejanya sudah ditutup dan diganti sofa besar yang diduduki Firbun sekarang. "Duduk itu sudah termasuk istirahat bagi mereka," jawab Dita yang duduk di sofa yang sama dengan Firbun. Dita tidak ikut keluar, dia lebih memilih untuk berada di kerajaan atau membantu pertahanan kerajaan. "Dita, stok Clodsy Stick ada dimana?" tanya Crystal sambil berjalan ke arah Dita. "Kuambilkan saja, butuh berapa?" tanya Dita sambil berdiri dan meletakkan buku yang dibacanya di atas meja. "Baiklah. Kelompokku butuh sepuluh," ucap Crystal sambil menghitung dengan jarinya. "Kelompok lainnya?" tanya Dita setelah mendengar jawaban Crystal. "Apakah ada yang membutuhkan Clodsy Stick lagi?" tanya Crystal dengan sihir yang bisa mengeraskan suara. Kelompok lain melihat ke arah Crystal, berbicara sebentar lalu datang satu orang dari setiap kelompok lalu menyebutkan berapa Clodsy Stick yang mereka butuhkan. "Totalnya empat puluh enam," ucap Dita lalu pergi ke tempat penyimpanan Clodsy Stick. Tempat penyimpanan khusus pasukan elite, sama seperti ruangannya, selalu berubah penempatannya. Dan hanya orang yang selalu berada di kerajaan yang tahu penempatan terakhirnya. Beberapa saat kemudian Dita kembali sambil membawa satu kotak yang berisi Clodsy Stick. Dita menaruh kotak Clodsy Stick di atas meja dan memukulnya dua kali lalu kembali duduk. Setelah Dita memukul kotak itu, tiba-tiba Clodsy Stick yang ada di dalamnya mulai terbang menuju ke meja setiap kelompok sesuai jumlah yang sudah ditentukan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD