Wanita itu berjalan dan duduk di atas sebuah batu yang ada di hutan.
Sedangkan yang lain duduk di tanah.
"Sepertinya aku pernah melihat dia sebelumnya, tapi entah dimana," bisik Ryan ke Gradey dengan suara yang sangat kecil.
Gradey kaget karena Ryan mau bersuara.
Sebenarnya, rombongan pasukan elite dan Renata yang mengikuti pencarian ini berjumlah puluhan orang.
Sayangnya, mereka tidak mau mengeluarkan suara alias berbicara, mereka hanya menggunakan bahasa tubuh dan mencari dengan teliti.
Walaupun Crystal, Lyra, Gradey, Rinz, Heitz, Reint dan beberapa orang lagi berusaha memecah keheningan tapi tidak pernah benar-benar terjadi.
"Maaf karena belum memperkenalkan diri sebelumnya, saya adalah Firbun Crox. Biasa dipanggil Firbun, saya berasal dari keluarga Crox yang dulu sangat terkenal," ucap wanita itu sambil melihat puluhan orang yang ada di depannya.
"Aku ingat! Kau ada di buku utama kerajaan. Buku yang berisi orang-orang yang sudah melakukan hal besar untuk kerajaan," ucap Ryan dengan suara besar dan dengan ekspresi kaget.
Yang lainnya juga baru menyadari hal itu dan juga kaget akan hal itu.
"Saya sudah pernah mendengar hal itu, dari beberapa orang lainnya yang sama seperti saya," ucap Firbun sambil tersenyum.
"Beberapa orang lainnya?" tanya Crystal dengan hati-hati.
"Iya. Beberapa orang lainnya. Selain saya, ada beberapa orang lain yang juga terjebak dalam kekuatan sihir tadi. Ada sebuah alam yang menghubungkan saya dan lima orang lainnya, tiap orang memiliki ciri khas kekuatan yang berbeda dan super dahsyat. Setahu saya, mereka dan saya terjebak dalam sihir itu karena berusaha mengalahkan 'The Elrxi'. Bedanya, sebelumnya kami tidak memiliki bentuk dan hanya arwah yang bergentayangan saja. Tubuh kami bahkan sudah di kubur. Tapi semenjak sepuluh tahun yang lalu, tubuh kami kembali. Hanya saja kami terjebak dengan kekuatan besar kami dalam sebuah gua. Kami tahu cara membebaskan diri kami, tapi itu membutuhkan orang luar," jelas Firbun panjang lebar.
Reint dan yang lainnya sedang berusaha mencerna ucapan Firbun dan hanya diam saja.
"Di alam yang menghubungkan kami itu, saya tidak tahu pasti letak gua mereka, tapi saya tahu bentuknya. Dan juga, sebenarnya kalian akan dapat petunjuk dari batu langka. Bukankah kalian membawa batu itu? Hanya orang yang mempunyai hubungan dekat dengan 'Sang Ratu' atau orang yang pernah berjuang dengan 'Sang Ratu' yang bisa menggunakan batu langka dan membuka portal sihir khusus, sehingga kalian bisa melihat Gua Api tadi," Firbun melanjutkan penjelasannya lagi.
"Siapa itu 'Sang Ratu'?" tanya Zeyth yang sudah sangat lama tidak bersuara.
Firbun melihat ke arah Zeyth cukup lama, lalu menjawabnya.
"Mengenai 'Sang Ratu', ia tidak termasuk kelima orang yang saya sebutkan tadi. Di alam tempat kami berhubungan, 'Sang Ratu' tidak sadarkan diri, ia yang memiliki kekuatan paling besar di antara kami. Ia tidak memiliki gua, tapi setelah penelitian yang kami lakukan sambil mencoba beberapa cara untuk keluar, 'Sang Ratu' dapat di bebaskan. Tapi 'Sang Ratu' akan menjadi orang paling terakhir yang dibebaskan. Karena 'Sang Ratu' di rantai oleh tujuh rantai dan memiliki hubungan masing-masing dengan kami," jelas Firbun sambil membuat proyektor dari api yang menggambarkan penjelasannya.
Reint dan yang lainnya hanya mengangguk-angguk karena sebenarnya mereka belum terlalu paham.
"Lalu apa yang harus kami lakukan sekarang?" tanya Gradey yang masih kebingungan
"Keluarkan batu langka itu, maka kamu akan tahu," ucap Firbun sambil melihat ke arah Gradey.
Gradey langsung mengambil batu langka yang ada di tasnya.
Dan entah kenapa, corak batu langka itu terlihat dengan jelas terbagi menjadi tujuh bagian.
Ada satu bagian yang berada di tengah dan enam lainnya mengelilingi dengan corak yang sangat Indah.
"Batu langka itu sudah berubah bentuk!" ucap Gradey kaget ketika melihat batu langka yang ada di tasnya itu.
Di antara enam bagian yang mengelilingi bagian tengah itu, ada satu bagian yang hangus.
"Lengkapi ke enam batu yang ada di sekitarnya, maka kamu akan bisa menyelesaikan bagian tengahnya, yaitu 'Sang Ratu'," ucap Firbun sambil menunjuk batu langka dengan api.
Yang lain hanya mengangguk.
"Apakah kamu tidak bisa menggunakan sihir lain selain api?" tanya Lyra yang dari tadi memperhatikan Firbun.
"Sihir jaman dulu sangat susah untuk dipelajari dan juga sangat berat, satu orang hanya bisa maksimal mempelajari satu jenis sihir atau kalau ia melanggar dan mempelajari lebih, ia akan mati karena tidak sanggup menahan besarnya kekuatan yang ada. Walaupun hanya bisa mempelajari satu sihir, tapi orang yang bisa mempelajari sihir itu pun hanya hitungan jari dan sebagian besar mati karena serakah ingin mempelajari lebih. Walaupun hanya bisa mempelajari satu, tapi itu lebih dari cukup untuk seseorang karna sihir jaman dulu lebih kuat daripada yang diajarkan sekarang," jelas Firbun sambil menunjukkan sihir apinya.
Lyra hanya mengangguk mendengar penjelasan Firbun.
***
Setelah beberapa jam mendengarkan penjelasan Firbun, mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke kerajaan, ke ruangan khusus untuk pasukan elite.
Selama perjalanan, mereka bergantian memakaikan sihir penghilang pada Firbun agar orang luar tidak tahu, tentu saja mereka melakukannya atas persetujuan Firbun.
Mereka tidak melakukan teleportasi karna itu membutuhkan banyak energi, dan energi mereka sudah terkuras beberapa hari terakhir.
Setelah sekitar satu sampai dua hari berjalan dan terkadang juga berlari agar lebih cepat sampai, mereka sampai di kerajaan, tepatnya di ruangan khusus pasukan elite.
"Akhirnya sampai juga," ucap Heitz sambil duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan.
"Firbun, bukannya tidak sopan, tapi biarkan kami istirahat sebentar," ucap Gradey memberanikan diri.
"Baiklah, aku juga capek karna sudah lama tidak berjalan sejauh itu," ucap Firbun.
Sedetik kemudian, semua pasukan elite dan Renata langsung tertidur di sembarang tempat di ruangan itu.
Tentu saja mereka tidak lupa mengunci pintu.