29

1228 Words

Sheila menatap wajahnya di cermin. Memperhatikan setiap sudut raut wajahnya, ia terlihat cantik melebihi kecantikan Azura, tapi kenapa pria yang disukainya malah lebih memilih wanita lain. “Apa yang Vino lihat dari Azura yaa?” ucap Sheila di depan cermin. “Nura, Azura, aku kira kalian orang-orang baik, tapi nyatanya tak lebih dari dua orang pecundang.” Walau Sheila merasa tersakiti oleh Azura yang dengan tega menusuknya dari belakang. Orang yang dikiranya baik malah yang paling menyakiti. “Lihat saja Azura, aku akan merebut Vino dari kamu,” ucap Sheila dengan percaya diri. Sheila kembali lagi ke lapangan basket dengan berpura-pura tidak mengetahui apapun. Ia akan bersandiwara tentu saja tanpa sepengetahuan Azura dan Nura. Ikut meneriaki nama Vino dengan semangat dan muja-muji pria te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD