Vino hanya bisa menatap Azura. Ia bingung harus berkata apa lagi pada gadis tersebut semuanya penjelasannya selalu salah dan Azura sama sekali tidak mau mendengarkan penjelasannya. “Kenapa masih berdiri saja di situ? Lepaskan tanganmu dari pintu rumahku. Aku sudah menyuruhmu untuk pulang.” Azura mengusir Vino supaya pulang. “Aku ga mau pulang sebelum kamu mengerti dan percaya.” “Apa aku harus percaya sama pria yang tidak memiliki hubungan apapun sama aku? Please… kembalilah pulang ke rumahmu.” “Azura… please. Apa sampai segitunya kamu ga percaya sama aku.” “Kalau iya memangnya kenapa?” “Azura… please…” “Sudah sana pulang. Berbuatlah baik sama pacar kamu si Sheila itu dan kalian sudah mantap-mantap juga di sekolah.” Semakin kesal Vino mendengar perkataan Azura. Gadis ini mema

