Jam dinding di ruang tengah sudah menunjukan pukul 10.30 malam, dan Tommy belum juga pulang. Padahal Lana sudah sengaja memasak makan malam untuk mereka santap berdua. Wanita itu masih setia menunggu meski perutnya sudah demo minta diisi sejak jam 8 tadi. Meski kemungkinan Lana kecewa lebih besar, tapi gadis itu ingin melakukan tugas sebagai istri dengan sebaik-baiknya. Apa pun anggapan Tommy tentang ikatan mereka, menurut hukum dan agama, Lana adalah istrinya yang sah serta wajib melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Lana menopang wajahnya di meja sambil mengamati masakan yang sudah dingin, tatapan nanar yang tak pernah ia perlihatkan pada siapa pun kecuali Rika. Bahkan Nino yang notabennya juga sahabat baiknya pun tak pernah melihat ekspresi Lana itu. Lana hampir terlelap ketika men

