Mobil Sport hitam milik Tommy mulai meninggalkan perataran parkir rumah sakit, menusuri jalanan ibu kota yang padat merayap. Keadaan di dalam mobil itu sunyi, tak ada yang berinisiatif untuk buka suara lebih dulu. Sesekali Lana mencuri pandang pada pria di sampingnya. Tommy terlihat amat konsentrasi pada kemudi, hingga tak sadar bahwa wanita di sisinya diam-diam mengamati. Sepasang sumi-istri itu tiba di apartemen 45 menit kemudian, tetap tanpa kata yang keluar dari mulut keduanya. Tapi, setelah memarkirkan mobil di tempat favorit, ketika Tommy sudah melepas seatbelt dan menyadari Lana masih diam mematung di sana, pria itu baru mengarahkan pandangannya pada Lana. “Nggak turun? Mau aku gendong lagi?” Lamunan Lana seketika buyar, menoleh pada Tommy dan menggeleng cepat. Ia buka pintu mobi

