Part 33

1083 Words

"Kamu janji harus mengendalikan emosi kamu setelah aku menceritakan semuanya, okay?" Irish menghela napas. Dia tidak bisa janji untuk menahan emosinya, karena sekarang saja dia sudah sangat emosi. Memikirkan kemungkinan jika ternyata benar Daren melakukan semua ini, membuatnya ingin membunuh pria itu saat ini juga. "Just tell me, Aarav." Aarav mengangguk. "Setelah pulang dari apartemen kamu itu, anak buah Daren mengikutiku. Mereka bertiga menusuk aku dan membawa aku ke suatu tempat. Aku tidak tahu tempat apa tapi....sepertinya itu tempat rahasia tunangan kamu." Irish mendengarkan dengan seksama. Tatapannya turun ke tubuh Aarav dan dengan sigap Irish menyingkap baju rumah sakit yang Aarav kenakan. Irish bisa melihat seberapa besar luka yang diakibatkan oleh tusukan itu. "Daren sialan," u

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD