Chapter 22

1195 Words

                Langit turun dari motornya, ia berada di parkiran rumah sakit di mana mama Bintang dirawat. Ia kemudian berjalan ke dalam dengan membawa kantung berisi makanan, Gendis meminta Langit mengantarkannya untuk Bintang dan mamanya.                 “Gendis memang anak yang baik, mau bagaimanapun ia menyembunyikannya, bidadari tetaplah bidadari tak akan berubah menjadi peri jahat” gumam Langit melihat kembali kantung ditangan kanannya. “Hei bersyukurlah aku tidak mencampurkan racun untukmu” ucapnya seolah tengah berbicara pada bungkusan sambil terus berjalan menuju ruangan mama Bintang.                 Benar saja, terlihat Bintang yang tengah tertidur di depan kamar sang mama. Kepalanya disandarkan pada tembok, ia terlihat begitu lelah, ralat sangat lelah sepertinya. “Astaga, bag

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD