Langit yang berada di kantin sambil menikmati segelas Es Teh Manis samar-samar mendengar percakapan antara beberapa perempuan yang duduk tak jauh dari posisinya. Langit mencoba lebih fokus untuk mendengarkan karena ada nama Gendis yang disebut-sebut. “Apa kamu membaca mading waktu itu? Siapa yang berani mengorek soal Gendis menyeramkan itu? Dia cari mati!” “Hahaha, tapi aku baru tau jika Gendis mempunyai dua Ibu. Bagaimana rasanya? Gila, mungkin ayahnya hypersex” “Sepertinya aku tau siapa yang memasang berita soal Gendis, aku melihatnya sepulang eskul paskibra” Langit semakin dibuat penasaran, saat ini ia ingin sekali membalikan tubuhnya untuk bertanya langsung siapa yang berani memasang berita soal Gendis

