Gendis kembali tersenyum dihari terakhir ujian semester kedua. Ia merasa lega sudah melewati satu minggu yang menurutnya begitu menegangkan, Gendis berusaha sekeras mungkin agar nilanya ada peningkatan dari tahun sebelumnya. Sambil melangkahkan kaki pelan, ia berjalan meyusuri koridor sekolah menunggu Langit yang belum menampakan batang hidungnya. “Gendis!!” suara itu terdengar dari Belakangnya, membuat Gendis membalikan tubuhnya melihat sumber suara. “Tunggu!” ucapnya sekali lagi karena Gendis segera melangkahkan kaki setelah mengetahui jika Ella yang tengah memanggilnya. Ella berlari mengejar Gendis. “Gendis, tidak bisakah kamu memaafkanku?” tanya Ella sendu. “Aku sudah memaafkanmu” jawab Gendis singkat.

