Gendis melirik bangku Ella yang kosong, hari ini ia harus duduk sendirian lantaran teman sebangkunya ini tengah mengikuti seleksi selanjutnya menjadi perwakilan sekolah. Sedangkan Gendis? Ia menepati janjinya untuk tidak melanjutkannya. Ini lah sikap Gendis yang sebenarnya, ia selalu peduli dan menghawatirkan orang terdekatnya, Ella sudah menjadi orang yang Gendis percaya saat ini. Gendis memilih untuk merubah sikapnya lantaran ia tidak ingin mengalami hal serupa seperti Mamanya yang dikecewakan sahabatnya. Latar Belakang kehidupannya berusaha ia tutupi, menurutnya jika ia tidak bergaul, maka tidak akan ada yang tau jika dirinya berasal dari keluarga yang tidak bahagia dan papanya mempunyai dua istri. Sendiri adalah hal yang lebih baik, tidak ada yang menca

