Pagi ini kedatangan Gendis disambut oleh senyum sumringah dari Ella. Dari jauh saja terlihat jelas, jika Ella tengah bahagia. Dengan wajah datar, Gendis menyimpan tasnya lalu melirik Ella heran. “Kamu harus tau, aku akan jadi perwakilan sekolah ini untuk lomba kali ini. Beberapa anak lain ikut mengundurkan diri seperti kamu” cerita Ella menggebu-gebu. Matanya berbinar, membuat Gendis ikut tersenyum. “Aku akan lebih sering bersama Langit” ceplosnya. Kini ekpresi Gendis berubah, “Maksudnya?” Ella mengerjapkan matanya, dia baru saja mengatakan hal yang membuat Gendis penasaran. “Maksudku, Langit menjadi panitia. Setidaknya aku merasa aman jika bersamanya” ralat Ella, Gendis hanya mengangguk mengerti. “Bagusla

