Gak ada yang abadi di dunia ini, ada pertemuan pasti ada perpisahan begitu juga dengan kematian. Gak ada yang kekal di dunia ini, yang kekal hanya Allah SWT. Kita sebagai makhluknya hanya bisa berdoa, berusaha dan bertawakal. Dan yang memutuskan hanya Allah seorang. Kita hanya jadi pelakon dalam setiap keputusan yang Allah tetapkan.
Dari pertemuan ini, aku dan Afiq pun mulai dekat dan mulai bercerita walaupun kita jarang bertemu. Karena kita mempunyai kesibukan masing masing. Dia sibuk dengan kuliahnya dan aku sibuk dengan sekolah. Tapi kalau bertemu kita gak ada lagi rasa canggung, gak enakan dan sering bercanda dan tertawa bersama. Malah kadang malu maluin aja becandanya.
Bener ya kata orang, jangan lihat orang dari covernya aja, tapi coba deh kenal dekat sama orangnya. Pasti berbeda dengan aslinya. Gak selalu sifat orang itu sesuai dengan apa yang kita lihat pertama kali tapi coba dekati terlebih dahulu dan kenali sifatnya. Maka kalian akan tau sifat orang itu seperti apa. Sok bijak banget ya aku kali ini.. Hehehehe.. Bener kok, aku sendiri sudah mengalaminya. Ketika aku kenal sama seseorang, sifat pertama yang aku lihat seperti ini tapi setelah kenal lebih dekat lagi ternyata sifatnya gak begitu malah lebih baik dari awalnya.
Keesokan harinya aku mulai sekolah kembali. Rutinitas yang aku lakukan seperti biasa gak ada yang berubah, tapi kali ini yang ngantar dan jemput aku sekolah kak Indah. Dan yang menyiapkan sarapan dan s**u juga kak Indah. Kalau aku mah tinggal duduk, makan dan minum aja. Hehehe.... Tapi kalau ada waktu aku juga ikut membantu kak Indah menyiapkan sarapan, makan siang dan makan malam.
Selama beberapa hari ini aku gak bertemu Afiq dan teman temannya. Karna aku lagi sibuk sekolah dan kegiatan di sekolah. Lagian mereka juga lagi sibuk praktikum katanya. Jadi belum bisa ketemuan lagi katanya. Jadi kakak belum ketemuan juga sama bang Sopyan.
Sekitar seminggu kita gak ketemu, akhirnya kita ketemuan lagi. Kita jalan bareng lagi sama mereka, sama Afiq dan Bang Sopyan. Kalau bang Hamid dan yang lain ketemu sama pacarnya, jadi gak ikutan.
Kak Indah janjian lagi di foodcound sama mereka. Kalau aku hanya ikut aja kemana kak Indah pergi. Hehehehe.. Aku kan buntut kak Indah. Karna gak mungkin aku tinggal di rumah sendirian. Di rumah gak ada orang, bapak masih kerja pulang sore. Dari pada sendirian di rumah gak ada temannya mending aku ikut, walaupun aku tau ujung ujungnya pasti aku bakal di comblangin terus sama Afiq. Mau gak mau ya harus ikut.
Kenapa sih mereka semangat banget jodohin aku sama Afiq, kyak gak ada yang lain aja gtu. Kenapa mesti sama Afiq, kenapa bukan dengan Wijaya atau siapa gitu di antara mereka. Kadang sebel juga sama mereka. Tapi mau gimana lagi. Kadang aku bingung sendiri sama mereka, gak habis pikir. Tapi ya udah lah ikuti aja jalannya mau seperti apa. Kalau memang jodoh ya hayo, kalau gak ya udah. Mumpung aku nya masih jomblo juga kan. Hehehehe..
Bukan maksud hati mau jomblo sih sebenarnya, tapi gak ada yang srek di hati. Ada yang dekat tapi gak sesuai dengan apa yang aku mau sifatnya. Jadi ya hanya lewat aja, hanya jadi teman aja. Ada yang srek eh malah teman aku juga suka sama dia, jadi cowoknya mundur gak mau buat aku dan teman aku bertengkar. Padahal kita punya perasaan yang sama, mau gak mau ya harus ku pendam sendiri rasa yang ada di hati karna cowoknya mundur perlahan. Sedih iya, kecewa iya, kesel iya, ah.. macam macam lah rasanya, kalau kata orang bilang gado gado atau nano nano.
Makanya yang sekarang aku gak begitu semangat takut kecewa lagi seperti waktu itu. Jadi sekarang hanya berusaha untuk gak terlalu berlebihan kalau dekat, kalau memang sesuai dan srek lagi ya hayo kalau mau jalin hubungan. Aku gak akan nolak lagi, tapi bukan untuk di kecewain lagi.