Bab 8

579 Words
Mereka semangat sekali kalau menggoda ku dan Afiq. Karena mereka melihat ku dan Afiq berbicara serius membahas masalah kuliah. Padahal mereka juga ikutan nimbrung. Huuu... Dengan menghembuskan nafas pelan melihat kelakuan mereka. ' Kenapa sih mereka semangat sekali menjodohkan aku sama Afiq? Apakah Afiq ada perasaan lebih terhadap ku? Tapi apa yang aku lihat dia biasa biasa saja, seperti gak memiliki perasaan lebih ke aku. Apa aku yang salah menebak ya? Sepertinya dia pintar untuk menutupi perasaannya sendiri, agar gak bisa aku ketahui.' ucapku dalam hati sambil melihat mereka semua sambil bersenda gurau sambil tersenyum Ternyata seperti ini ya kalau punya kakak dan Abang yang sayang sama adeknya. Aku merasa beruntung banget karena mereka peduli dan melindungi aku banget. Padahal mereka bukan Abang kandung yang terlahir dari mama ku, tapi mereka begitu sayang sama ku dan menganggap aku seperti adik mereka sendiri. " Kenapa dek senyum senyum sendiri gitu?" tanya bang Hamid melihat ke arah ku " Eh.. nggak kenapa kenapa bang. Cuma lucu aja liat Abang dan yang lain saling debat tapi sambil bercanda." kata ku sambil senyum salah tingkah " Bukan senyum karna Afiq ya dek." kata bang Hamid lagi sambil menarik turun kan alisnya " Iissshh apa sih bang, gak ada tuh karna dia. Abang nih ada ada aja." kata ku kikuk " Hahahaha.." bang Hamid dan yang lain ketawa " Aiisshh kok malah pada ketawa sih." kata ku salah tingkah " Cie.. salah tingkah ni ceritanya." kata bang Hamid sambil naik turunkan alis menggoda ku " Gak kenapa kenapa dek. Kalau karna Afiq juga gak apa apa dek. Malah kita senang dengernya, jadi apa yang kita mau berhasil." kata bang Sopyan " Emang apa yang Abang dan yang lain mau?" tanya ku penasaran " Mau tau apa mau tau banget dek?" goda bang Hamid " CK.. Abang ni adek serius nanya malah gitu.' kata ku sambil cemberut " Cie ada yang ngambek ni. Tu ngambek dia Fiq." kata bang Sopyan " Ha.. Bang Sopyan ikut ikut aja." kata ku " Cie cie.. ngambek." kata kak Indah sambil mencolek colek dagu ku " Iisshh lah.. semuanya pada nyagil ih.. Mending diam aja lah." kata ku sambil menepis tangan kak Indah pelan Hahahaha.. semuanya pada ketawa " Ini juga ikutan ketawa." kata ku sambil memukul tangan Afiq " Ya maaf deh kalau aku ikutan ketawa juga." kata Afiq sambil tersenyum Cie cie.. uhuk uhuk.. semuanya godain aku dan Afiq Aku dan Afiq jadi salah tingkah dibuatnya Kenapa sih mereka senang banget buat aku malu dan kikuk. Muka ku sudah merah seperti kepiting rebus di godain terus dari tadi sama mereka. Apalagi Afiq juga ikutan. Iissshh sebel banget aku di buatnya, tapi suka.. Eehhhh... kok aku malah mikir gitu sih. Apa jangan jangan aku sudah terpesona sama dia ya? Apa jangan jangan aku mulai suka juga sama dia ya? Aduh hati jangan buat aku bingung dong, monolog ku dalam hati Aku senang melihat mereka semua bahagia dengan tertawa lepas seperti itu. Seperti gak ada beban yang mereka miliki. Semua mengalir apa adanya, tanpa ada paksaan. Semoga ini semua berlangsung lama tanpa ada perpecahan nantinya. Takutnya ketika kak Indah dan bang Sopyan putus, pertemanan ini bakal berakhir juga. Aku gak ingin semua berakhir, karna aku suka dengan keadaan seperti ini. Seperti memiliki Abang dan kakak, seperti aku adik bungsu mereka yang paling mereka sayangi dan jaga. Mudah mudahan sampai selamanya dan gak akan ada perpecahan apalagi permusuhan. Aamiin ya Allah.. Cuma itu harapan ku ke depannya untuk keadaan ini.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD