“Ma–af!” Bara langsung menarik tubuhnya sendiri tanpa berniat menolong Tisa. Dia berdiri dengan canggung hingga tak berani menatap sang istri. “Se–baiknya aku kembali ke ruang kerjaku. Ka–mu, kalau udah ngantuk, em, bisa langsung tidur saja!” Pria tampan itu segera berjalan dengan langkah lebar menuju ruang kerjanya. Sesampainya di dalam, Bara langsung menguncinya. Tatapannya begitu gamang seolah apa yang baru saja terjadi cukup membuatnya terganggu. “Aish! Bagaimana bisa aku bertingkah seperti ABG labil yang baru nyipok perempuan. Sial! Dasar mulut Ogeb!” Bara menepuk bibirnya sendiri. “Ngapain sih pake acara jatuh segala tadi. Kan, jadi repot sekarang!” Sementara itu di luar, tepatnya di kamar pasutri masih tampak Tisa terlentang pasrah di atas ranjang. Gadis itu sadar, tetapi mulut

