Kesempatan untuk menanyakan tentang ponsel Jullian kepada Irena tidak pernah datang meski berhari-hari sudah lewat. Direktur cantik itu sudah sedemikian sibuk hingga sering ia menghabiskan waktu makan dalam mobil atau beberapa menit menjelang rapat, mengejar pertemuan satu ke pertemuan lain seolah hanya dia yang bisa diandalkan untuk semua hal. Liz dan Mary sempat khawatir ketika pada hari-hari tertentu, Irena terlihat amat pucat dan lemas, terutama setelah beberapa malam mereka harus lembur sampai dini hari karena ada masalah di daerah pelabuhan yang menjadi tempat pembangunan kapal baru yang ditangani oleh anak perusahaan Rizaldi, Rizaldi Heavy Marine Shipyard. Selama dua hari lembur memantau di dekat pabrik galangan kapal, Irena bahkan muntah-muntah parah. Mary yang memaksa wanita itu

