Erica menjabat tangan pria di hadapannya ini dengan senyuman ragu-ragunya. Setelah berpamitan dengan Rivaldi, kedua wanita itu melangkah menuju pangkalan taksi dan pulang ke tempat tinggal mereka. Di dalam mobil Erica menatap Anya dengan ragu-ragu. Anya menyadari tatapan Ibunya. Ia memalingkan wajahnya dan menatap Ibunya seraya menggenggam tangan ringkih wanita itu. “Mama mau bicara sesuatu?” Sejenak Erica tampak ragu-ragu. Tapi rasa cemas dan kuatir yang ia simpan itu terbaca dari raut wajahnya. “Apa Mama sedang mencemaskan sesuatu?” tanya Anya memastikan. Karena ia sadar betul ketika Ibunya menyembunyikan sesuatu darinya. Erica menguatkan niatnya untuk mengatakan rahasia yang ia simpan pada Anya. Ia memalingkan duduknya menghadap Anya. “Mengapa kau tidak bil

