Menghindar

2250 Words

"Sial, sial, sial!" teriak Kinan frustrasi. Jikak saja membenturkan kepala ke dinding tidaklah sakit, sudah dia lakukan sedari tadi. Kepalanya menyusun apa yang harus dia lakukan ke depan. Kali saja harapannya tidak sesuai. Bisa saja kan kalau pria itu masih mengingat wajahnya. "Gua harus bagaimana? Gila banget kalau harus sampai keluar dari kerjaan. Ya mana mau gua. Cari kerja itu susah banget. Sudah bagus bisa kerja di perusahaan gede begini. Kalau keluar, gua yang gembel jadi makin gembel." Mengacak rambutnya kasar. Sudah dua puluh menit berlalu, namun kepala Kinan tidak juga berhenti memikirkan langkah selanjutnya. "Gua bisa gila. Tapi untungnya enggak ada yang sadar kalau pak Bian itu yang jadi gandengan gua di nikahan Kelvin." Kinan masih bisa bernafas lega saat rekan kerjanya tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD