"Gua ngerasa berdosa banget tahu Lin. Padahal jelas di lihat dari sisi mana pun juga gua salah. Tapi bukannya mengakui kesalahan dan meminta maaf, malah sembunyi enggak jelas begini. Ya memang dengan lupanya dia, gua merasa beruntung. Tapi ya tetap aja enggak enak rasanya," keluh Kinan. Dia begitu merasa bersalah sudah menutupi dan seakan tidak pernah terjadi sesuatu sebelumnya. Namun untuk jujur, Kinan tidak memiliki keberanian. Takutnya malah makin menyulitkan. Sangat baik jika pria itu tidak masalah dan memilih melupakan juga memaafkan. Jika tidak? Bisa saja berimbas buruk pada pekerjaannya di sini. Kinan belum mau di keluarkan dengan tidak hormat. "Iya sih. Tapi kayanya gini aja sudah cukup Nan. Selagi dia enggak tanya, ya enggak usah jawab. Kalau sewaktu-waktu dia mempertanyakan, ba

