“Lu yakin?” tanya Linda yang kurang mempercayai keputusan Kinan. “Lu bisa berpikir ulang lagi loh Nan. Sebelum semua terjadi. Kalau sudah terjadi, enggak bakal bisa menarik lagi ucapan lu itu. Jangan menyesal nantinya. Kita enggak bakal tahu apa yang akan terjadi. Antara baik dan buruk, keduanya seimbang. Nasib baik kalau dia oke aja. Kalau menganggap bahwa itu sebuah masalah gimana?” Sekali lagi, Linda mempertanyakan keputusan Kinan. Ya, sebelum semua terjadi kan. Tidak mau jika temannya nanti malah menyesal. “Lu punya banyak waktu untuk berpikir. Selagi enggak menuju ke arah situ, ya sudah diam aja sih kalau kata gua. Tapi, semua itu kembali lagi ke elu. Semua keputusan jelas di tangan lu sendiri.” Mengedikkan bahunya acuh pertanda Linda tidak mau ikut campur terlalu jauh. Sudah cukup tu

