Taman dan lamunan

1004 Words
Namanya Karel. Pria yang akan mememaninya nanti saat datang ke resepsi pernikahan Kelvin dan Andira. Sama-sama berinisiap K dan memiliki tipe wajah mirip dengan Karel yang terlihat lebih matang. Kinan merasa jika pria itu cocok dengan tipenya. Lindungi begitu pandai mencari. Tidak menyesal menyerahkan semua pada gadis itu. Dan mengenai pembayaran sebagai pengganti waktu yang Kinan minta, menjadi urusan Linda sepenuhnya. Kinan bahkan tidak diperkenankan bertanya. Hanya bisa menebak mungkin saja cukup mahal sampai gadis itu tidak mau memberitahu. Jika Kinan tahu, besar kemungkinan dia mengurungkan niat dan datang ke sana sendiri. Sudah menego jika memang tidak diizinkan membayar keseluruhan, bagaimana jika mereka membayarnya dibagi dua. Dan Linda, lagi-lagi menolaknya. Katanya uang yang Kinan punya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari saja. Sangat baik memang, sampai kadang Kinan merasa tidak enak sendiri. Mereka memang bereman, tetapi jika Linda selalu melakukan itu, dia tentu terganggu. Bukan tidak berterima kasih pada rezeki yang Tuhan kasih melalui Linda, hanya saja merasa jika dia seperti memanfaatkan kebaikan Linda. Padahal jujur saja, Kinan tidak pernah memintanya sama sekali. Linda dengan tulus memberikan uluran tangan di setiap kesulitan yang datang. Kinan bersyukur Tuhan mengirimkan sosok teman seperti Linda. Setidaknya dia tidak terlalu sendiri di tengah padatnya ibu kota ini setelah salah satu orang terdekat meninggalkan. Jika kalian menanyakan perasaan Kinan sekarang, dia akan mengatakannya dengan jujur. Dia sendiri bingung. Terlalu nyaman berhubungan selama enam tahun dan menjadikan dirinya bergantung pada Kelvin, dan tiba-tiba saja Kelvin pergi. Kinan takut jika dirinya akan tersesat atau kesulitan di pertengahan jalan nanti. Jika ditanya mengenai cinta, Kinan akan menjawab dengan jujur. Iya, Kinan masih cinta. Kelvin sosok sempurna sebagai pacar. Dia sangat perhatian bahkan sampai pada hal-hal kecil. Ah, bagaimana bisa dia menghilangkan rasa luar biasa itu dengan cepat setelah memupuknya enam tahun belakang? Kadang dia masih merasa hubungan yang terjalin di antara keduanya masih utuh. Tidak ada hal menyakitkan yang terjadi. Kelvin masih di sisinya. Namun lagi-lagi Kinan tertampar keadaan. Tidak ada pesan dan panggilan yang rutin Kelvin lakukan. Tidak ada sapaan dan obrolan saat berjumpa di kantor. Semua berubah. Dan saat itu Kinan tidak bisa mengelak bahwa semua, sudah tidak lagi sama. Mereka sudah bukan sepasang kekasih. Tujuan mereka bukan titik yang sama di ujung sana. Kelvin dan Kinan sudah bukan lagi kita. Melainkan kembali menjadi orang asing sama seperti sebelumnya. Menyedihkan memang. Mereka dulu sangat dekat, sampai sulit untuk terpisah. Sekarang, malah sebaliknya. Begitu jauh sampai tidak mungkin memiliki kesempatan untuk bisa dekat lagi. Semua sudah berbeda. Kinan tidak tahu apa yang Kelvin rasakan sekarang. Menebak apa pria itu menyesali perbuatannya atau tidak sama sekali. Akan jadi sangat menyedihkan jika Kelvin sama sekali tidak menyesali. Ada kemungkinan jika pria itu saat ini tengah berbahagia dengan kehidupan baru yang sudah di depan mata. Dan akhirnya, Kinan yang sakit sendirian. Terbayang masa lalu yang membahagiakan, sering membuat Kinan jadi menangis. Kenangan mereka, semua tidak mungkin dilupakan begitu mudah. Setiap momen, masih terekam jelas di kepalanya. Berputar bagai kaset rusak. Terus mengulang sampai membuat Kinan terganggu. Walau berakhir menyedihkan, setidaknya mereka dulu memiliki kisah yang begitu indah. Kinan tidak yakin bisa melupakannya. Menengadah menatap hamparan langit malam yang penuh bintang. Di atas sana, bulan teihat menyedihkan. Sendiri di lingkaran bintang-bintang. Tidak sepenuhnya menyedihkan, karena bulan lah yang sebenarnya memberi cahaya lebih terang. Dia menjadi tokoh utama di atas sana ketika malam. "Bulan, walau kebanyakan orang mengatakan kamu banyak kekurangan, setidaknya kamu yang selalu dibutuhkan di malam hari." Bentuk fisik bulan yang tidaklah rata membuat beberapa orang menganggapnya tidak cantik. Keberadaan dan sinarnya yang mendapat pantulan dari matahari juga membuat bulan kurang diakui keberadaannya. Tapi lihat, walau banyak yang berpikir buruk, bulan tetap datang dan menyinari. "Setelah semua ini, apa akan ada sesuatu yang luar biasa?" gumamnya. Kinan meyakinkan dirinya sendiri bahwa setelah kesakitan dan kesedihan yang dia rasakan sekarang, suatu saat akan diberikan ganti kebahagiaan kan? Kinan berharap itu segera tiba. Tersadar dirinya terlalu lama melamun dan mengabaikan pesan masuk dari salah satu aplikasi di ponselnya. Aplikasi pacar. Mereka tengah berkirim pesan. Sedikit cara mengakrabkan sebelum acara itu datang. Tidak lucu jika nanti keduanya bertemu dengan canggung. Ah, Kinan tidak yakin akan itu. Semoga saja nanti semua berjalan dengan lancar. Tidak ada hal memalukan terjadi di sana. Mengirimkan balasan singkat dan sibuk lagi dengan dunianya. Saat seperti ini, Kinan rindu dengan kampung halaman. Rindu dengan kedua orang tua dan adik-adiknya. Dia ingin kembali menjadi remaja di mana masalah mereka tidak jauh dari cinta monyet. Dia juga tidak perlu menahan rindu setiap hari. Menekan rasa ingin kembali demi bisa menabung lebih banyak. Ongkos untuk pulang ke rumah tidak lah sedikit. Memilih menahan rindu sampai Tuhan memberi izin dipertemukan lagi. "Bu, aku pengin pulang. Dipeluk ini sepanjang malam seperti dulu saat aku mengalami hal buruk. "Sayang itu sukar untuk tercapai. Posisi mereka terbentang puluhan kilometer. "Semoga enggak lama, aku bisa pulang ya bu." Tidak ada yang menyahut. Ya karena dirinya di sini sendiri. Jika rindu hadir begitu dalam, hanya bisa bertukar pesan melalui telepon. Hanya mendengarkan suara, Kinan menjadi lebih lega. Hanya sekedar suara tanpa bis menggapainya. "Saat itu tiba, aku akan memeluk ibu dengan erat. Sangat erat." "Wah ternyata memang itu benar foto dia." Si calon pendamping Kinan mengubah profil dengan tampilan yang katanya lebih menarik. Sekali lagi, Kinan mengakui jika pria bernama Karel itu begitu tampan. Tadi, selesai nongkrong sejenak di kafe dengan Linda, Kinan meminta agar Linda menghentikan laju di taman yang tidak terlalu ramai di sore hari ini. "Apa yang gua lakukan sudah benar atau ada sesuatu yang salah?" Dia jujur saja masih ragu dengan aplikasi yang enggak jelas seperti aplikasi pacar. Takut ada hal tak terduga terjadi nantinya. Karena perasaan Kinan sudah sangat menganggu dua hari ini. Jantungnyq tiba-tiba berdebar dan memiliki firasat kuat jika semua yang sudah direncanakan akan hancur berantakkan. "Ah yang paling gua harapkan dari sandiwara ini, enggak ada sesuatu yang buruk terjadi. Seenggaknya enggak mempermalukan diri sendiri minimal." Bangkit dari duduknya dan berniat pulang. Malam sudah semakin larut. Akan sangat bahaya seorang wanita berada di taman. "Kehidupan, ayo kembali ke pihak gua. Balas kesalahan merek dengan cara yang elegan."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD