Part 2 Aku seorang istri
Pernikahan adalah keinginan semua perempuan, begitupun Nuna, yang menginginkan pernikahan, tapi bukan pernikahan yang mendadak begini yang Nuna mau. Tapi di dunia ini taka da yang bisa menentang takdir. Takdir setiap orang telah ditentukan, dan Nuna percaya pada takdir.Nuna pun berusaha menerima kalau kini ia sudah menikah dan menjadi seorang istri. Nuna tidak tau bagaimana kehidupannya sebagai seorang istri dari Frengky.
Pernikahan Nuna dan Frengky udah terlaksana, di hari yang sama Nuna dan Frengky diminta orang tua mereka untuk menjalani honeymoon. Nuna dan Frengky sama-sama tidak menginginkan honeymoon. Honeymoon kan untuk pasangan yang saling mencintai, tapi buat kami, yang tidak saling suka bahkan tidak saling cinta, ya percuma saja honeymoon. Nuna dan Frengky tidak bisa membantah orang tua mereka, mereka mau tidak mau harus berangkat honeymoon.
“Mama, papa kita mau honeymoon kemana?”
“Oh iya kita udah beliin tiket kamu, honeymoon ke Bali.”
“Wow Bali, keren, aku suka banget.” Ucap Frengky.
Frengky terlihat girang karena Frengky suka sekali dengan suasana Bali.
“Bagaimana kamu Nuna, suka kan?” Tanya mertuanya.
“Suka.” Ucap Nuna dengan suara serak.
Frengky tau kalau Nuna tidak mau honeymoon. Nuna pun mengajak Frengky ke kamar mereka. Frengky terlihat heran pada sikap Nuna, lalu orang tua yang melihat Nuna mengajak Frengky ke kamar mereka tertawa dan mengira mereka akan melakukan yang suami istri lakukan.
“Frengky kamu ke kamar , jangan lupa kalian jangan canggung.” Perintah Dady.
“Iya pah, aku ke kamar.”
“Mama, papa aku sama Frengky permisi ya mau ke kamar.”
Nuna pun berjalan cepat ke kamar, Nuna tau harusnya tadi tidak spontan seperti itu mengajak Frengky ke kamar, pasti sekarang orang tua Frengky mengira mereka bakal melakukan itu.
Nuna pun masuk ke kamar, Frengky pun menyusul. Kamar mereka telah rapih, dan wangi. Suasana romantis seperti menghipnotis mereka, tapi mereka berhasil tidak terhipnotis, karena Nuna langsung marah-marah pada Frengky.
“Frengky, kamu udah gila ya, kalau kita honeymoon gimana kuliah kita?”
“Oh iya kuliah, ketahuan ya ntar?”
“Iya, katanya mau gak ketahuan?”
“Tenang , aku udah ada alasan, kamu alasannya cari yang lain.”
“Tapi kamu tau kan, aku pingin banget jadi atlet, dan aku harus daftar besok.”
“Besok, pendaftaran atlet basket?”
“Iya gimana coba?”
“Aku ada ide, gimana kalau kamu besok daftar dulu buat jadi atlet basket, pasti kan tesnya gak hari itu.”
“Terus honeymoonnya?”
“Kita bisa honeymoon, sehari aja gimana?”
“Kok tetap honeymoon, kan lebih baik gak.”
“Udah dibeliin tiket, ayo kita liburan gratis.”
“Syukur banget kamu bukan ingin honeymoon.”
“Aku mau kok, kan udah nikah.”
“Ih kamu jail banget.”
“udah deh ayo kita packing dan siap-siap buat besok.”
Nuna dan Frengky sibuk menyiapkan barang-barang yang mau dibawa besok untuk ke Bali. Nuna memilih memasukan pakaian ke tas koper, karena rencana ia dan Frengky untuk ke Bali Cuma satu hari tidak boleh ketahuan. Setelah barang-barang siap, Nuna dan Frengky berganti pakaian, mereka terlalu sibuk menyiapkan barang, mereka lupa belum berganti pakaian. Setelah berganti pakaian Nuna pun ingin berbaring di tempat tidur, Nuna membaringkan badannya di kasur.
“Duh badanku pegal semua, lega deh udah bisa rebahan.”
Frengky pun mengikuti Nuna untuk tidur di kasur yang sama “Aku juga pegal.”
Nuna langsung meminta Frengky turun dari kasur, Frengky tidak mau, karena ini kasur di rumahnya. Nuna pun terpaksa menerima Frengky satu kasur dengannya. Nuna pun mengingatkan pada Frengky jangan macam-macam. Frengky pun memilih memunggungi Nuna.Setelah merasa tenang, Nuna mulai memejamkan matanya. Nuna tertidur cukup pulas, sedangkan Frengky tidak bisa tidur, ia tidak percaya sekarang ia udah menikah dan menjadi suami. Frengky pun bangun dan duduk di sofa kamarnya. Ia memilih menatap pemandangan yang ada di depannya.
“Aku tidak bisa tidur.”
Frengky bahkan kesal karena melihat Nuna yang bisa tidur pulas. Frengky yang jail mencoba membangunkan Nuna, ia berpura-pura akan melakukan itu pada Nuna. Ia menatap Nuna, lalu ia segera menyapu rambut Nuna, dan mencium kening Nuna. Lalu tiba-tiba suara kembang api tetangga mengkagetkan Nuna. Mata Nuna langsung terbelalak karena melihat Frengky di sampingnya, dan sedang memegangi puncak kepalanya.
“Frengky kamu mau ngapain?”
“Ayo kita lakukan, kewajiban kita.”
“Sholat?”
“bukan sholat, kewajiban suami dan istri.”
“Gila, kamu aku kan bilang aku gak mau honeymoon, aku juga gak mau melakukan itu.”
“kamu panik banget, kan aku bercanda.”
“untung kamu bercanda kalau ngggak aku mungkin.”
“kamu kok ngomong kepotong.”
“yaudah aku buatin kopi deh, kamu susah tidur kan?”
“Kamu serius?”
“Iya aku serius, kan kamu suka kopi pahit kan.”
Frengky tidak menyangka dibalik sikap cuek Nuna ternyata dia adalah gadis yang pengertian. Frengky ingin meminta maaf pada Nuna karena ia telah mengkecup kening Nuna, ia terbawa suasana, dan Frengky Cuma ingin berakting, ingin melakukan itu, tapi ternyata, kecupan itu terasa indah, dan sepertinya jantungnya kali ini berdetak lebih cepat.
Setelah Frengky sibuk memegang dadanya, Nuna datang membawa kopi pahit yang disuka Frengky. Frengky pun cepat-cepat menurunkan tangannya, dan berpura-pura memegang buku kuliahnya yang ada di meja. Nuna tersenyum lalu meminta Frengky untuk mencoba kopi yang diibuatnya.
“Cobain kopi yang aku buat.”
“boleh.”
Frengky mencicipi kopi Nuna, dan ia pun menyimpan gelas kopinya di meja.
“Gimana, enak gak?”
“Pahit, kamu buatnya pahit.”
“Kan kesukaan kamu.”
“Oh iya aku lupa, aku suka kok kopi pahit.”
“yaudah aku tidur dulu ya.”
“Nuna bentar kok kamu buat kopi, kan aku susah tidur, makin susah tidur dong.”
“Haduh aku lupa, yaudah sini kopinya.”
“Kamu kan mau tidur.”
“Frengky aku udah buat kamu gadang, aku harus gadang dong, biar adil.”
“Oh kok sweet?”
“Bukan sweet , aku Cuma gak mau kamu ngelakuin itu.”
“Oh, yaudah kita gadang bersama.”
Nuna dan Frengky pun saling ngobrol satu sama lain.
“Nuna, kamu pernah gak mengira kalau kita bisa menikah?”
“Gak, tapi mau bagaimana, kita Cuma anak yang bisa nurut orang tua kita.”
“Iya, aku juga sama, gak tau bahkan aku pingin nikah ntar gak sekarang.”
“Aku adalah istri, tapi aku Cuma bersikap istri di depan orang tua kita.”
“Iya Nuna aku setuju.”
“Frengky, aku boleh minta kamu?”
“Boleh.”
“Aku mau kamu tidak menyentuhku, aku tidak mau melakukan itu.”
“Maaf aku tidak bisa.”
“Kamu kan tidak mencintaiku .”
“Aku tidak mau orang tua sedih, karena keinginan mereka untuk dapat cucu, tidak bisa tercapai.”
“Aku tau kalau itu mereka minta, mungkin kita akan saling menyentuh, Cuma aku mau kamu untuk sekarang tidak menyentuhku.”
Frengky pun setuju, Frengky pun meminta Nuna untuk tidur saja.Nuna pun naik ke kasur ia mencoba untuk tidur. Frengky yang duduk di kursi menyetel lagu yang ia suka, Frengky berharap Nuna bisa tidur. Frengky pun memilih untuk membuka laptopnya lalu ia mengerjakan tugas kuliahnya, Frengky untuk kuliahnya tidak pernah main-main ia selalu rajin, bahkan tugas kuliah yang sekarang ia tunaikan adalah tugas untuk minggu depan. Frengky berharap matanya cepat mengantuk dan bisa melalui hari ini dengan cepat.