Frengky tertidur setelah ia menunai tugas kuliahnya. Nuna yang melihat Frengky tertidur di sofa membangunkan Frengky. Nuna membangunkan Frengky dengan cepat, karena ia harus segera menyiapkan ktp untuk daftar sebagai atlet, serta kertas formulir yang udah ia isi. Nuna tidak sabar karena ia sebentar lagi bisa menjadi atlet basket, seperti yang dia harapkan. Nuna pun meninggalkan Frengky yang belum bangun, untuk bersih-bersih. Setelah bersih-bersih, Nuna mencoba membangunkan Frengky.
“Bangun Frengky, liat itu kita ketinggalan pesawat.”
Frengky terperanjat dan langsung bertanya “pesawat kita udah berangkat?”
Nuna pun tertawa, karena Frengky percaya kalau pesawatnya ketinggalan, maklum orang bangun tidur pasti setengah sadar. Nuna segera meminta Frengky untuk bersih-bersih dan bersiap untuk ke menemani Nuna mendaftar. Frengky pun bersih-bersih, setelah selesai, Frengky pun dandan ala liburan style. Nuna dan Frengky pun segera ke ruang makan, karena pasti orang tua Frengky udah menunggu Nuna dan Frengky untuk sarapan. Semenjak kakak tiri Frengky menikah, orang tua Frengky kesepian, oleh karena itu Frengky diminta tinggal bersama mereka.
Di ruang makan orang tua Frengky udah menunggu Nuna pun disiapkan kursi oleh Frengky, Orang tua Frengky tersenyum karena sepertinya Frengky dan Nuna telah menikmati peran masing-masing. Frengky pun menyantap telur ceplok yang ada di piringnya. Nuna pun menyeruput s**u yang ada di dekatnya. Suasana terasa canggung, orang tua Frengky lalu meminta Frengky menyuapi Nuna.
“Suapi istri kamu Frengky.”
Frengky menyuapi Nuna, Orang tua Frengky mendesak Nuna untuk mau disuap oleh Frengky. Orang tua mereka pun meminta Frengky untuk menyapu bekas makanan yang ada di dekat bibir Nuna. Orang tua mereka pun terlihat girang karena Frengky dan Nuna terlihat serasi. Nuna pun meminta izin untuk makan sendiri. Setelah mereka menyantap makanan, mereka ngobrol. Orang tua Frengky ingin Frengky dan Nuna bisa honeymoon di Bali, mereka tidak boleh canggung, dan jangan lupa buatkan cucu.
Nuna dan Frengky bertatapan, dan mereka tau yang mereka takutkan terjadi. Frengky pun mengubah topic obrolan. “Oh iya aku dan Nuna mau berangkat sekarang ya.” Ucap Frengky sambil bersiap bangun dari kursinya. Orang tua Frengky pun membolehkan. Frengky dan Nuna pun pamit. Mereka pamit untuk berangkat honeymoon. Nuna pun memberitau kalau Frengky harus ikut dia dulu daftar atlet. Frengky pun mengangguk, dan meminta supir untuk membawanya ke kampus mereka. Setelah di depan kampus, Frengky memilih untuk menunggu Nuna di dalam mobil, karena kalau Frengky turun pasti ketahuan, kalau mereka bersama meski Frengky tau harusnya kawan kawan mereka di kampus tidak curiga , karena Nuna dan Frengky adalah tetangga dan saling kenal dari kecil. Nuna pun setuju. Ia turun sendirian. Nuna pun membawa form pendaftarannya, dan diberikan ke panitia pendaftaran atlet basket. Formulir Nuna diterima oleh seniornya, dan Nuna diminta tanda tangan. Nuna terkadang ceroboh, ia langsung tanda tangan ia tidak membaca isi kontrak yang ia tanda tangani. Senior pun memberitau isi kontrak yang telah di tanda tangani oleh Nuna.
“Nuna, kamu udah tau isi kontraknya?”
“Boleh disebutin kak?”
“Kamu tidak boleh menikah.”
“Tidak boleh menikah kak?”
“Iya, kan sekarang kamu belum menikah kan?”
“I…ya .” Nuna terbata bata
“Oh iya satu lagi Nuna, kamu tidak boleh hamil.”
“Tidak boleh hamil?”
“Iya kan kamu gak mungkin juga melakukannya diluar nikah.”
“I…ya.” Nuna terbata-bata
Seniorpun pamit dan meninggalkan Nuna. Nuna benar-benar kaget karena ia menandatangani kontrak, yang telah ia langgar, ia kini udah menikah dan bahkan didesak untuk hamil. Nuna pun segera menuju mobil dan bercerita pada Frengky.
“Frengky gawat nih.”
“Kenapa sih, tenang coba cerita.”
“Aku tanda tangan kontrak.”
“Kontrak ?”
“Iya aku kan daftar sebagai atlet ternyata ada kontraknya dan tau gak isinya, itu loh aku kaget.”
“Isinya kenapa kok kamu panik.”
“Aku gak boleh menikah, bahkan aku gak boleh hamil.”
“Oh tidak, gimana yah, kan kamu udah langgar itu semua.”
“Aku gak mau keinginan aku terhalang karena kita menikah.”
“Iya aku tau, maafin karena kamu menikah dengan ku kamu jadi gak bisa tenang.”
“Jangan nyalahin diri kamu, aku kan yang setuju menikah dengan kamu, dan ini keinginan orang tua kita.”
“Yaudah kamu jangan khawatir aku tidak akan cerita kalau kita menikah.”
“Terimakasih ya kamu dari dulu pengertian banget Frengky.”
Frengky dan Nuna pun segera menuju bandara. Mereka naik pesawat kelas first class, maklum keluarga Frengky kaya. Nuna tidak tau ia beruntung atau sial, karena harus menikah sekarang. Setelah 1 jam penerbangan, mereka pun ada di Bali. Tulisan Bandara Ngurah Rai telah terbaca oleh mereka. Mereka pun mencoba menikmati liburan mereka. Di Bali mereka di jemput oleh supir yang diminta oran tua Frengky. Supir itu membawa Frengky dan Nuna ke sebuah restoran.
“Tuan, Nyonya, silakan turun saya bawa tuan dan nyonya ke restoran karena itu yang ada di jadwal?”
“Kamu bilang jadwal?”
“Iya jadwal yang orang tua tuan kasih, saya diminta mengikuti jadwal.”
“Turunkan saya disini saja, dan kamu tunggu saya dan istri saya.”
“iya tuan.”
Setelah Frengky dan Nuna turun dari mobil, mereka menyantap makanan di restoran itu. Mereka sengaja makan dengan cepat dan segera masuk ke mobil.Supir kaget karena Frengky dan Nuna udah makan.
“Tuan, udah makannya?”
“Udah, cepat sekarang kasih tau saya jadwal saya.”
“Jadwal tuan, sekarang ke hotel Bintang,.”
“Setelah itu, beri tau semua.”
“Setelah itu tuan dan nyonya diminta untuk honeymoon.”
“Kamu sekarang bawa saya ke hotel, setela itu tinggalin saya, jangan dipantau, saya gak suka.”
“Tapi tuan ini kan permintaan orang tua Tuan.”
“Kamu sekarang udah berani bantah?”
“Takut saya tuan, saya tidak akan bilang pada orang tua tuan.”
“Bagus, sekarang kamu bawa saya ke hotel.”
Setelah di hotel, Frengky dan Nuna turun. Supir membawa barang Frengky dan Nuna. Supir pun meninggalkan mereka. Setelah itu Frengky dan Nuna diantar ke kamar mereka. Kamar mereka Cuma ada satu kasur. Frengky tau pasti kamarnya udah di rancang untuk honeymoon. Frengky pun meminta Nuna untuk tidur di kasur, sedangkan Frengky sedang ingin menonton Tv.
“Frengky kamu Cuma mau nonton tv disini?”
“Kamu mau kemana?”
“Jalan-jalan.”
“Sendiri aja, boleh?”
Nuna tidak mau mengganggu Frengky yang ingin istirahat, Nuna pun berjalan jalan sendirian. Frengky melihat handphone Nuna tertinggal, Frengky pun menyusul Nuna.
“Nuna tunggu ini handphone.”
“Oh iya, handphoneku.”
“Yaudah aku jalan sama kamu.”
“Loh kok berubah?”
“Aku pingin hirup udara segar Bali.”
“Ayo kita honeymoon versi Frengky dan Nuna dua orang yang harus menikah.”
“Ayo, mereka pun berjalan dan menimati honeymoon version yang mereka buat, alias mereka liburan bareng.”