Setelah mengakhiri panggilan dari Albian, Adhiti tidak dapat menyembunyikan senyumannya. Gadis itu memandangi makanan di depan matanya. Lalu, perasaan khawatir hinggap di hati Adhiti. Ucapan Indy yang masih terngiang lagi. Albian memang tidak suka suatu kehobongan dan itu sedikit membuat Adhiti khawatir. "Bagaimana dengan daddy dan bang Revano,"rutuk Adhiti membenturkan kepalanya ke sandaran tempat tidur. "Selama ini daddy dan bang Revano berusaha mencarikan dokter dan rumah sakit terbaik. Agar aku bisa pulih seperti semula, mereka juga yang selalu menyemangatiku. Namun, aku malah seperti ini." Adhiti nampak berpikir jauh ke belakang, bagaimana bisa dia membujuk dokter yang kebetulan kenalan dari daddy nya. Dia meminta kepada dokter tersebut agar tidak memberitahukan keadaanya yang sebe

