Part 40

1053 Words

"Kau tidak but!teriak Indy keras di dalam kamar Adhiti. Adhiti menaikan satu alis matanya menantang Indy, lalu tersenyum yang menantang Indy. "Jangan berteriak Indy, aku tidak tuli." Adhiti dengan santai berjalan mendekati tempat tidurnya. Adhiti duduk sambil mengulurkan kaki, dan tanganya bertumpu di belakang. Posisi Adhiti saat ini menantang Indy. "Ternyata kau sudah sembuh, tapi tidak mengatakannya kepada semua orang!"seru Indy menuduh Adhiti. "Sepupu,"kata Adhiti berbisik. "Aku tidak pernah buta Indy jika itu yang ingin kau ketahui. Kau sepupuku yang paling beruntung, karena kau pertama kalinya mengetahui keadaanku. Bahkan, daddy dan bang Revano tidak tahu masalah ini!"ejek Adhiti. "Kenapa kau melakukan kebohongan ini?"tanya Indy. Adhiti mencebikan bibirnya. "Ternyata kau masoh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD