Part 26

1228 Words

Sepanjang jalan pulang, Adhiti diam sambil membuka kaca jendela mobil. Rasa sedih dan sedikit bahagia bercampur aduk di dalam hatinya. Senyuman tipis penuh sendu terukir di bibirnya. "Kamu pria yang pertama paling dekat denganku. Pria yang dulunya memelukku dengan penuh kasih sayang. Bagaimana mungkin aku bisa melupakan wangimu," kata Adhiti di dalam hati. Air mata menumpuk di sudut matanya. "Orang lain akan berpikir hanya satu tahun lebih. Cukup mudah bagiku melupakanmu. Bian, aku yang paling tahu isi hatiku. Aku yang paling tahu diriku sendiri. Maka aku juga yang paling tahu. Mampukah aku melupakanmu?" Pikir Adhiti lagi. "Bian, sudah lama kita tidak bertemu." Lirih Adhiti. Dia begitu yakin, yang menolongnya tadi adalah Albian. Wangi tubuh Albian yang menusuk hidung Adhiti. "Walau k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD