Part 47

1106 Words

Jehan berjalan di belakang Albian dan Adhiti. Melihat kakaknya penuh bahagia seperti ini, membuat hati Jehan juga sangat bahagia. Perlakuan Albian kepada Adhiti membuat Jehan yakin kakaknya memang sangat mencintai Adhiti. Jehan mengingat ketika dia mendengar pembicaran Albian dengan ibu mereka. Dimana Albian berusaha me jaga hatinya, padahal hati kakaknya juga tidak keadaan baik-baik saja. Gadis itu berpikir semalaman setelah menguping pada malamnya. Flashback on Jehan memesan ojek online utuk mengunjungi rumah Adhiti. Walau perasaannya tidak menentu, tapi tekadnya sudah bulat untuk berbicara dengan Adhiti. Gadis itu cukup lama berdiri diam di depan pagar rumah Adhiti yang menjulang tinggi. Sampai Jehan meyakinkan hatinya untuk tidak mundur. "Selamat siang,Pak!"sapa Jehan sangat gugup

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD