"Adhiti,"panggil Shania. Albian dan yang lainnya ikut berhenti, Shania menghampiri Adhiti lalu menatap Albian dan adiknya secara bergantian. "Oh bagus!"seru Shania menyindri, dia menatap tidak suka kepada Albian. "Sepertinya ada sesuatu yang belum lu sampaikan ke gua,"kata Shania lagi menyipitkan mata kepada Adhiti. "Kamu sudah makan siang?"tanya Adhiti. "Jangan mengalihkan pembicaraan gua, Adhiti!" "Sebaiknya kita mencari tempat makan dulu, Shania. Kita bisa berbicara di sana,"sela Albian. Shania hanya menatap garang kepada Albian, dia juga tidak berniat untuk merespon perkataan pria itu. "Kebetulah Adhiti, gua ke sini memang ingin makan, dan lu harus menjelaskan semuanya tanpa ada yang harus ditutupi!"seru Shania dengan tegas dan tidak terbantahkan. Mengalirlah cerita bagaimana

